Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

SOSBUD · 12 Apr 2026 06:20 WIB ·

Sinergi Rantau: Energi Baru untuk Pembangunan Desa Sumbar


					Sinergi Rantau: Energi Baru untuk Pembangunan Desa Sumbar Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Pengukuhan pengurus Pusat Ikatan Keluarga Minang (IKM) periode 2025–2030 di Gedung Nusantara IV DPR/MPR RI, Sabtu (11/4/2026), menjadi sinyal kuat bagi percepatan pembangunan desa-desa di Sumatera Barat. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa kekuatan perantau bukan sekadar ikatan emosional, melainkan motor penggerak strategis untuk memajukan kampung halaman.

Sinergi antara “Ranah dan Rantau” diharapkan tidak lagi hanya menjadi slogan, tetapi berubah menjadi kolaborasi produktif di bidang ekonomi, pendidikan, dan sosial. Pemerintah Provinsi Sumbar secara terbuka mengundang perantau untuk merajut energi besar ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.

Jembatan Produktif bagi Kampung Halaman
Ketua Umum DPP IKM yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, berkomitmen menjadikan organisasi ini sebagai platform kolaborasi inklusif. Fokus utamanya adalah memperkuat peran perantau dalam pembangunan daerah, memastikan setiap potensi yang ada di perantauan dapat mengalir kembali untuk membangun infrastruktur dan SDM di tingkat desa.

Kehadiran sejumlah tokoh nasional seperti Menteri Ketenagakerjaan Yassierli hingga Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad, serta para kepala daerah se-Sumbar, mempertegas posisi IKM sebagai jembatan konektivitas. Dengan dukungan para bupati dan wali kota, program kerja IKM akan lebih mudah diselaraskan dengan kebutuhan mendesak di pelosok-pelosok daerah.

Merawat Identitas Melalui Aksi Nyata
Pesan utama dari momentum ini adalah pentingnya memelihara nilai kebersamaan khas Minangkabau sebagai modal pembangunan nasional. IKM diharapkan mampu menjadi wadah pemersatu yang merespons tantangan zaman tanpa meninggalkan akar identitasnya.

Kolaborasi yang solid antara masyarakat di kampung (ranah) dan mereka yang mencari penghidupan di luar (rantau) diyakini menjadi kunci kemandirian daerah. Melalui organisasi yang terstruktur dari pusat hingga cabang, distribusi bantuan, investasi, maupun transfer pengetahuan ke daerah asal diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Silat Sumbar: Dari Nagari Menuju Panggung Olimpiade Dunia

13 April 2026 - 13:35 WIB

Sinergi Pers dan Aparat: Jaga Keamanan Parungpanjang Lewat Informasi

12 April 2026 - 21:12 WIB

Bukan Harta, Rahasia Haji Buhari Nikahi Gadis 18 Tahun

10 April 2026 - 23:22 WIB

Porprov Sumbar 2026: Momentum Atlet Desa dan Ekonomi Lokal

7 April 2026 - 14:09 WIB

Festival Kampung Bintang: Akulturasi Budaya yang Menghidupi UMKM

4 April 2026 - 10:00 WIB

LPTQ Koto Tangah: Motor Penggerak Karakter Qur’ani di Kelurahan

1 April 2026 - 14:00 WIB

Trending di SOSBUD