Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 14 Jul 2025 15:53 WIB ·

GIAN: Perang Narkoba Harus Lebih Masif seperti Penanganan Pandemi


					GIAN: Perang Narkoba Harus Lebih Masif seperti Penanganan Pandemi Perbesar

Pringsewu, Lampung [DESA MERDEKA] Ketua Umum Gerakan Indonesia Anti Narkotika (GIAN), R. Guntur Eko Widodo, menyatakan bahwa penanganan persoalan narkoba yang memiliki tingkat kematian rata-rata 30 pemuda per hari, harus dilakukan secara masif seperti penanganan pandemi COVID-19. Menurutnya, pendekatan ini akan membuat jargon “War on Drugs” menjadi lebih efektif.

Didampingi Sekretaris Jenderal DPP GIAN, Seraphine Destina Nurani, S.E., Guntur menegaskan bahwa persoalan narkoba adalah kejahatan transnasional. “Jalur distribusinya bersifat internasional dan para pelakunya saling terkait meskipun berbeda negara,” ujar Guntur.

Dalam kesempatan tersebut, GIAN mengidentifikasi empat faktor utama yang menyebabkan penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat:

Motif ekonomi: Kemiskinan dan kebutuhan finansial sering menjadi pemicu seseorang terlibat dalam jaringan narkoba.

Pengaruh lingkungan: Lingkungan pergaulan yang permisif atau dominan dengan penggunaan narkoba dapat memengaruhi individu.

Faktor mental spiritual: Lemahnya ketahanan mental dan spiritual membuat seseorang mudah terjerumus dalam penyalahgunaan zat terlarang.

Titik masuk jaringan pengedar: Jaringan pengedar memanfaatkan segala kondisi dan situasi sosial untuk melancarkan aksinya, menjadikan masyarakat rentan sebagai target.

 

Seruan GIAN: Aksi Nyata Bukan Sekadar Perayaan

GIAN mengajak seluruh elemen bangsa, terutama pemerintah, untuk menjadikan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) sebagai momentum untuk memperkuat kerja sama lintas negara dalam memberantas narkoba. Guntur menegaskan bahwa alokasi anggaran seharusnya lebih difokuskan pada aksi nyata, bukan sekadar acara seremonial.

Sebagai lembaga relawan anti narkoba, GIAN berkomitmen mengimplementasikan program sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang rentan terpapar. GIAN juga mendorong pemerintah untuk memperbaiki kinerja dan kebijakan pemberantasan narkotika di Indonesia agar lebih efektif. Dengan begitu, jargon “Melindungi Generasi Milenial Penerus Cita-Cita Perjuangan Membangun Indonesia Maju” dapat terwujud.

Untuk mendukung misi ini, GIAN berkomitmen untuk mengawal pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Menutup wawancara, R. Guntur Eko Widodo dan Seraphine Destina Nurani mengumumkan bahwa GIAN akan fokus pada program Dayamas melalui gerakan GIAN Masuk Desa. Program ini telah ditetapkan melalui SK DPP GIAN bertepatan dengan perayaan milad ke-5 GIAN pada 30 Juni lalu. Melalui langkah konkret ini, GIAN ingin memastikan terciptanya masyarakat Indonesia yang sehat, sejahtera, cerdas, dan bersih dari narkoba.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 89 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sinergi Logistik Percepat Pembangunan Infrastruktur Halmahera Selatan

5 Juni 2026 - 16:21 WIB

Strategi Koperasi Desa Merah Putih Sawahlunto Menuju Ekonomi Mandiri

2 Juni 2026 - 17:42 WIB

Nilai Pancasila Jadi Fondasi Pembangunan Desa Sumbar

2 Juni 2026 - 14:35 WIB

Dugaan Intimidasi Ketua APDESI Jabar di Pebayuran Bekasi

2 Juni 2026 - 09:30 WIB

Sinergi Ranah Rantau Lahirkan Rumah Tahfiz Tanah Datar

1 Juni 2026 - 22:12 WIB

Dampak Ekonomi Turnamen Sepak Bola bagi Solok

31 Mei 2026 - 20:50 WIB

Trending di RAGAM