Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

SOSBUD · 12 Okt 2025 06:14 WIB ·

Gelar Adat untuk Fauzi Bahar: Mahyeldi Tekankan Sinergi Pemerintahan


					Gelar Adat untuk Fauzi Bahar: Mahyeldi Tekankan Sinergi Pemerintahan Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Suasana khidmat menyelimuti pengukuhan Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Nan Sati, sebagai penghulu suku Koto Kenagarian Koto Tangah, Kota Padang. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pengukuhan ini, menekankan bahwa gelar adat bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah besar yang menuntut kebijaksanaan dan keteladanan bagi kaum dan masyarakat.

Meskipun berhalangan hadir karena tugas kedinasan, sambutan Gubernur dibacakan oleh Kepala Badan Kesbangpol Sumbar, Mursalim, dalam acara Penjamuan Batagak Penghulu Koto Kanagarian Koto Tangah di Kelurahan Ikur Koto, Sabtu (11/10/2025).

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si. Dt. Nan Sati. Gelar ini bukan sekadar kehormatan pribadi, tetapi amanah besar dari kaum dan masyarakat untuk menjadi panutan, pengayom, serta pemersatu,” ujar Mursalim membacakan sambutan Gubernur.

Dalam konteks politik dan pembangunan daerah, Gubernur Mahyeldi secara khusus menyoroti pentingnya sinergi yang erat antara adat dan pemerintahan. Mahyeldi menegaskan bahwa kedua pilar ini merupakan fondasi utama dalam menjaga tatanan sosial dan memperkuat akselerasi pembangunan di Sumatera Barat.

“Adat dan pemerintahan harus berjalan seiring. Nilai-nilai adat yang luhur menjadi landasan moral, sementara pemerintahan menjadi instrumen kemajuan. Jika keduanya bersatu, maka masyarakat akan kuat, berakhlak, dan berkemajuan,” pesan Mahyeldi. Pesan ini menggarisbawahi komitmen pemerintah daerah untuk menjaga harmonisasi antara modernitas pembangunan dan kearifan lokal.

Lebih lanjut, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat Minangkabau untuk terus memegang teguh falsafah “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” (ABS-SBK) sebagai pedoman hidup. Falsafah ini, menurutnya, adalah kunci untuk menuntun masyarakat menjaga keseimbangan antara kemajuan duniawi dan kemuliaan akhlak.

Acara adat yang berlangsung meriah ini turut dihadiri berbagai tokoh penting, menandakan dukungan lintas sektoral terhadap penguatan peran ninik mamak. Hadir antara lain perwakilan dari Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Pertanian, serta anggota legislatif pusat asal Sumbar seperti Lisda Hendra Joni dan H. Arisal Aziz. Kehadiran para tokoh ini memperkuat legitimasi dan relevansi peran penghulu dalam struktur sosial-politik Minangkabau.

Antusiasme masyarakat Koto Tangah yang tinggi sepanjang acara mencerminkan kuatnya penghormatan terhadap adat dan semangat gotong royong, menegaskan bahwa nilai-nilai adat tetap menjadi jangkar utama kehidupan bermasyarakat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lawan Dampak Handphone dengan Filosofi Adat Minangkabau

29 Mei 2026 - 19:51 WIB

Menggali Peradaban Kuno di Negeri Seribu Menhir Maek

29 Mei 2026 - 10:32 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Dongkrak Gengsi Peternak Merangin

27 Mei 2026 - 13:30 WIB

Desa Terdampak Bencana Jadi Fokus Tebar Qurban Pemprov Sumbar

26 Mei 2026 - 20:22 WIB

Sinergi Pemuda Sumbar Jadi Benteng Persatuan Desa

23 Mei 2026 - 10:48 WIB

Kiat Desa Gandekan Genjot Target PBB Lewat Wayang Kulit

19 Mei 2026 - 11:58 WIB

Trending di SOSBUD