Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 29 Jul 2023 15:21 WIB ·

Embung Gemblegan: Dari Kolam Pancing Menjadi Pabrik Air Mineral


					KLATEN - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Paiman Raharjo Meninjau lokasi Embung Gemblegan di Kec. Kalikotes Kab. Klaten  
Foto  by : Didi Kemendesa Perbesar

KLATEN - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Paiman Raharjo Meninjau lokasi Embung Gemblegan di Kec. Kalikotes Kab. Klaten Foto by : Didi Kemendesa

Klaten, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Embung Desa Gemblegan di Kecamatan Kalikotes, Klaten, kini tak lagi sekadar menjadi tempat memancing musiman. Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Paiman Raharjo, mendorong transformasi radikal dengan mengubah aset air bersih tersebut menjadi unit usaha penyulingan air mineral melalui BUMDes.

Langkah ini dinilai sebagai strategi cerdas untuk mengonversi keunggulan geografis menjadi pundi-pundi Pendapatan Asli Desa (PADesa). Berbeda dengan embung pada umumnya yang menyusut saat panas terik, air di Embung Gemblegan terbukti tetap melimpah dan bersih meski di tengah musim kemarau.

“Kondisinya sangat bagus. Nantinya potensi ini bisa dimaksimalkan untuk pembuatan penyulingan air mineral. Nama produknya bisa ‘Air Berkah’, ‘Aquades’, atau membawa identitas lokal ‘Kalikotes’,” ujar Paiman saat meninjau lokasi, Jumat (28/7).

Memutus Ketergantungan pada Dana Desa
Sudut pandang menarik yang ditekankan Wamendes adalah pentingnya desa “bermental pengusaha”. Selama ini, BUMDes Gemblegan baru memanfaatkan embung untuk kegiatan pemancingan yang jadwalnya belum rutin. Dengan beralih ke industri pengolahan air, desa akan memiliki aliran pendapatan (revenue stream) yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Untuk mewujudkannya, Paiman menyarankan pemerintah desa tidak bergerak sendiri. Ia mendorong kolaborasi dengan investor lokal, terutama para pengusaha yang berasal dari wilayah Kalikotes, untuk menanamkan modal dalam menggali potensi yang selama ini terpendam.

“Kades, Camat, dan seluruh perangkat desa harus inovatif. Jangan hanya menunggu, tapi jemput bola dengan kreativitas untuk memanfaatkan aset yang ada,” tegas Rektor Universitas Moestopo ini.

Dukungan Regulasi dan Pengawasan Dana Desa
Selain meninjau potensi ekonomi, kunjungan ini juga menjadi ajang evaluasi penyerapan Dana Desa. Paiman menyempatkan diri berdialog dengan warga untuk memastikan anggaran negara benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat bawah.

Kementerian Desa PDTT menjanjikan dukungan penuh terhadap rencana inovatif desa, baik dari sisi pendampingan regulasi maupun skema anggaran yang tersedia. Penataan embung ini diharapkan menjadi purwarupa bagi desa-desa lain di Klaten bahwa air bukan hanya untuk irigasi, melainkan bahan baku industri desa yang bernilai jual tinggi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 134 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

BLT Dana Desa Kaliuda Cair, Warga Tetap Bersyukur

7 Juni 2026 - 17:44 WIB

Rapat Rutin Desa Pamburu Tingkatkan Pelayanan Publik Warga

7 Juni 2026 - 14:56 WIB

Gotong Royong Warga Maidang Jaga Kebersihan Desa

7 Juni 2026 - 10:35 WIB

M. Sukri Siap Bawa Perubahan di Nagari Aie Tajun

6 Juni 2026 - 15:27 WIB

Rembuk Stunting Desa Polewali Siapkan Generasi Berkualitas

4 Juni 2026 - 13:56 WIB

PABPDSI Gelar Retreat Nasional, Perkuat Pembangunan dari Desa

3 Juni 2026 - 08:51 WIB

Trending di DESA