Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

LINGKUNGAN · 20 Feb 2025 04:54 WIB ·

Edukasi Pengolahan Sampah Sejak Dini: Murid PAUD “Serbu” TPS Pempes Randupitu


					Edukasi Pengolahan Sampah Sejak Dini: Murid PAUD “Serbu” TPS Pempes Randupitu Perbesar

Pasuruan [DESA MERDEKA] – Pemandangan berbeda terlihat di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pempes Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, pagi ini (19/2/2025). Sejumlah murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tampak “menyerbu” TPS yang berada di Dusun Babat tersebut.

Murid-murid dari PAUD Anggrek Randupitu ini tidak sedang berdemonstrasi. Mereka datang ke TPS untuk belajar pengolahan sampah. Kunjungan ini sekaligus sebagai bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2025.

“Menyambut Hari Peduli Sampah Nasional 2025 ini, kami ingin memperkenalkan anak-anak tentang pemrosesan sampah. Biar anak-anak makin paham, membuang sampah pada tempatnya itu sangat penting,” ujar Kepala Sekolah PAUD Anggrek Randupitu, Siti Wahyu Ningsih.

TPS Pempes tampaknya tepat menjadi tujuan wisata edukasi. Pasalnya, tidak sekadar belajar pengolahan sampah, para murid juga diajak beredukasi tentang hal lain, seperti menanam sayuran secara hidroponik, memberi makan bebek dan lele.

Dimulai dari memberi makan bebek. Para murid tampak antusias memberi makan dan melihat bebek dari dekat. Bahkan, sebagian murid yang aktif mencoba mengejar bebek-bebek tersebut.

Dari bebek, rombongan bergeser ke kolam lele. Secara bergantian, mereka memberi makan lele dengan pelet bernutrisi tinggi.

Setelah itu, para murid diajak menanam sayur kangkung di green house hidroponik. Sebelum menanam, mereka diajarkan bahwa menanam tidak harus di tanah. Di air pun bisa.

Puncaknya adalah kedua puluh murid ini berkeliling ke tempat pengolahan sampah. Mereka melihat langsung bagaimana pemrosesan sampah, mulai dari sampah datang sampai diolah menjadi bahan bakar bernilai ekonomis.

“Kami bersyukur Randupitu punya TPS Pempes. Di tempat ini sangat mencukupi kebutuhan edukasi. Mau belajar hewan, tanaman, ataupun sampah, ada semua,” tutur Ningsih.

Senada dengan Ningsih, Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, juga bangga dan antusias melihat keceriaan anak-anak selama di TPS Pempes.

“Rasanya senang sekali melihat keceriaan mereka. Alhamdulillah, TPS Pempes bermanfaat bagi masyarakat dan dunia edukasi,” ungkap kepala desa yang sarat prestasi tersebut.

Keceriaan ini membuat Fuad bersemangat menambah objek edukasi lainnya. Dia sudah berancang-ancang akan mendirikan budidaya magot dan lahan tanam padi.

“Targetnya tahun ini budidaya magot sudah jalan. Kami juga berencana menambah satu paket mesin Refuse-Derived Fuel (RDF) lagi untuk memaksimalkan pengolahan sampah. Doakan saja terealisasi,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kolaborasi Anambas Foundation Ubah Wajah Lingkungan Kuala Maras

8 Juni 2026 - 13:19 WIB

Ancaman Agraria dan Bencana Ekologis Desa di Banjarnegara

26 Mei 2026 - 13:07 WIB

Bantuan Mobil Sampah Pangkas Transit Limbah Tarempa Barat

22 Mei 2026 - 16:34 WIB

Menguji ‘Nawaitu’ Warga Gununggempol Jadi Kiblat Sampah Nasional

18 Mei 2026 - 15:43 WIB

Benteng Akar Bambu: Cara Warga Naiola Menjinakkan Erosi Sungai

18 Mei 2026 - 14:59 WIB

Menagih Janji Bupati Saat Desa Sukses Mandiri Sampah

8 Mei 2026 - 04:40 WIB

Trending di LINGKUNGAN