Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PENDIDIKAN · 13 Agu 2024 14:16 WIB ·

Diskusi NGOPI: Dorong Literasi di Desa untuk Bangun Masyarakat Cerdas


					Diskusi NGOPI: Dorong Literasi di Desa untuk Bangun Masyarakat Cerdas Perbesar

Pekalongan [DESA MERDEKA] – Taman Baca Masyarakat (TBM) Hidup Punya Cerita kembali menggelar diskusi literasi bertajuk “Bagaimana Cara Membangun Kesadaran Literasi di Masyarakat Desa”. Diskusi yang digelar secara daring pada Minggu (11/8/2024) ini berhasil mengumpulkan 26 peserta dari berbagai kalangan.

Para peserta diajak untuk berdiskusi mengenai pentingnya literasi, khususnya di kalangan masyarakat desa. Narasumber yang hadir, yakni Muhammad Nasir, Ketua Forum TBM Demak, dan Yoga Rifai Hamzah, Ketua Forum TBM Kabupaten Pekalongan, berbagi pengalaman dan strategi untuk meningkatkan minat baca di desa.

Tantangan dan Solusi Meningkatkan Literasi di Desa

Menurut Nasir, langkah awal untuk membangun literasi di masyarakat adalah dengan mengidentifikasi minat baca masyarakat. “Setelah mengetahui minat mereka, kita bisa mengadakan kegiatan literasi yang sesuai, misalnya klub buku atau diskusi,” ujarnya.

Nasir juga menekankan pentingnya konsistensi dalam mengadakan kegiatan literasi. Beberapa strategi yang bisa dilakukan antara lain pelatihan membaca dan menulis, mendirikan perpustakaan desa, serta kampanye literasi melalui media lokal.

Sementara itu, Yoga lebih fokus pada pentingnya literasi digital di era modern ini. Ia menjelaskan bahwa literasi digital tidak hanya tentang mengoperasikan gadget, tetapi juga tentang memanfaatkan teknologi untuk mengakses informasi dan mengembangkan diri.

“Hasil survei kami menunjukkan bahwa banyak masyarakat desa yang belum menyadari pentingnya literasi digital,” kata Yoga. “Kendala utama yang dihadapi adalah biaya akses internet yang mahal dan kurangnya pengetahuan tentang teknologi.”

Untuk mengatasi hal tersebut, Yoga menyarankan agar diadakan pelatihan literasi digital bagi masyarakat desa. Selain itu, pemanfaatan media sosial dan aplikasi digital juga bisa menjadi sarana untuk meningkatkan minat baca dan literasi digital.

Literasi sebagai Kunci Pembangunan Desa

Dari diskusi ini, dapat disimpulkan bahwa literasi merupakan kunci untuk membangun masyarakat yang cerdas dan berdaya saing. Dengan meningkatkan minat baca dan literasi digital, masyarakat desa diharapkan dapat lebih mudah mengakses informasi, mengembangkan potensi diri, dan ikut serta dalam pembangunan desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 179 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Peran Guru Desa Jaga Kesehatan Mental Siswa

12 Juni 2026 - 10:25 WIB

Evaluasi Makan Bergizi Gratis di Malaka: Tantangan dan Harapan

9 Juni 2026 - 13:59 WIB

Jombang Pastikan Program Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

9 Juni 2026 - 00:02 WIB

Pawai Katam Al-Qur’an, Investasi Karakter Generasi Muda Padang

7 Juni 2026 - 13:06 WIB

Literasi Digital Jadi Kunci SDM Desa Berdaya Saing

3 Juni 2026 - 09:25 WIB

Revitalisasi Tradisi Surau Lewat SMP Islam Darul Hakim

2 Juni 2026 - 21:01 WIB

Trending di PENDIDIKAN