Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KESEHATAN · 29 Apr 2023 16:03 WIB ·

Desa Wajib Laporkan Konvergensi Stunting Demi Penanganan Ibu Hamil dan Balita


					Desa Wajib Laporkan Konvergensi Stunting Demi Penanganan Ibu Hamil dan Balita Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Angka indikasi stunting di tingkat desa masih tergolong tinggi, mencapai 69 persen dari populasi anak yang diukur. Data dari laporan tenaga Posyandu menunjukkan sebanyak 146.291 anak desa usia 0 hingga 23 bulan terindikasi stunting, sementara 300.339 anak desa lainnya berisiko. Menanggapi kondisi ini, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menegaskan peran strategis desa sebagai kunci utama dalam pendekatan konvergensi stunting.

Mendes PDTT, yang akrab disapa Gus Halim, menyatakan bahwa desa memiliki peran sentral dalam memastikan perbaikan gizi pada kelompok sasaran prioritas, yaitu ibu hamil dan balita. Untuk memaksimalkan peran ini, desa kini diwajibkan melaporkan rencana dan kegiatan konvergensi stunting saat proses pencairan dana desa periode terakhir.

“Desa diharapkan berperan aktif dalam kebijakan konvergensi stunting untuk ibu hamil, serta untuk anak di bawah dua tahun,” kata Gus Halim di Jakarta, Sabtu (29/4/2023).

Data dan Realisasi Penanganan di Desa
Gus Halim memaparkan, berdasarkan data profil desa yang dikumpulkan untuk pengukuran Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2022, tercatat ada 3.036.289 ibu hamil dan 5.332.928 anak di bawah dua tahun (Baduta) di desa.

Dari total ibu hamil tersebut, masih ada 169.584 ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK). Data menunjukkan, ibu hamil KEK ini telah menerima bantuan penanganan khusus berupa kunjungan rumah bulanan.

Sementara itu, untuk penanganan Baduta, data menunjukkan rincian capaian sebagai berikut:

  • Sebanyak 2.931.289 anak telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap.
  • 3.541.272 anak ditimbang secara rutin bulanan.
  • 3.459.769 anak diukur tinggi badannya dua kali dalam setahun.

Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini juga menjelaskan bahwa untuk memastikan penanganan stunting berjalan maksimal dan terintegrasi, intensitas kunjungan ke rumah warga ditingkatkan. “Kunjungan ke rumah yang memiliki anak bergizi kurang, buruk, dan stunting mencapai 212.871 rumah,” jelasnya.

Tingkat Konvergensi Kegiatan Desa
Gus Halim menambahkan, meskipun ada indikasi peningkatan kasus stunting, upaya konvergensi kegiatan desa sudah mulai berjalan. Tingkat konvergensi kegiatan-kegiatan desa terhadap ibu hamil telah mencapai 69 persen. Angka yang sama, yakni 69 persen, juga dicapai dalam tingkat konvergensi kegiatan-kegiatan desa terhadap anak usia 0 hingga 23 bulan.

Langkah kewajiban pelaporan ini dilakukan agar pendekatan konvergensi stunting yang bersifat terkoordinir, terintegrasi, dan serentak dapat berjalan optimal, memanfaatkan dana desa secara efektif untuk perbaikan kualitas gizi masyarakat di wilayah pedesaan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menghitung Detak Jantung Generasi: Cara Singosari Melawan Stunting

21 Juli 2026 - 21:03 WIB

Rakor Kader Pembangunan Manusia Kecamatan Singosari membahas percepatan penurunan stunting melalui e-HDW di Hall Room Desa Ardimulyo

Layanan Jiwa PDSKJI Sumbar Sasar Pelosok Nagari

20 Juli 2026 - 20:19 WIB

Digitalisasi Hati dari Desa: Gerakan Akar Rumput Sigap Melati

1 Juli 2026 - 19:58 WIB

Penanganan Stunting Desa Langlang melalui Rembuk Stunting

Korupsi SKTM RSUD Tulungagung Cederai Hak Sehat Warga Desa

26 Juni 2026 - 18:05 WIB

Desa Dengkol Mengubah Rembug Stunting Menjadi Laboratorium Solusi

24 Juni 2026 - 13:34 WIB

Syarat MCU Bakal Calon Kades Bekasi Kini Lebih Mudah

18 Juni 2026 - 05:20 WIB

Trending di KESEHATAN