Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

PENDIDIKAN · 8 Agu 2023 19:20 WIB ·

Bukan Politik Praktis, Gus Halim Tantang Mahasiswa Jadi Operator Super Cerdas


					Menteri Desa, Pembangunan Daerah Teringgal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, menjadi pembicara pada kegiatan Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru Universitas Negeri Yogyakarta Tahun Ajaran 2023-2024. Selasa (08/08/23). Dok. Sigit Purwanto/Humas Kemendes Perbesar

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Teringgal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, menjadi pembicara pada kegiatan Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru Universitas Negeri Yogyakarta Tahun Ajaran 2023-2024. Selasa (08/08/23). Dok. Sigit Purwanto/Humas Kemendes

Yogyakarta [DESA MERDEKA] Kuliah perdana ribuan mahasiswa baru Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Selasa (8/8/2023) berubah menjadi panggung diskusi masa depan. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, melempar sebuah tesis menarik: mahasiswa masa kini harus mengambil peran dalam “Politik Super Cerdas” untuk menjinakkan disrupsi teknologi menuju Society 5.0.

Pria yang akrab disapa Gus Halim ini menegaskan bahwa peran politik mahasiswa hari ini sudah melampaui batas prosedural seperti sekadar berpartisipasi dalam Pemilu. Di era Society 5.0, mahasiswa dituntut menjadi masyarakat super cerdas yang mampu mengawinkan kecanggihan teknologi dengan solusi atas masalah sosial, mulai dari kemiskinan hingga kesenjangan.

Menjinakkan Bom Waktu Industri 4.0
Disrupsi akibat Revolusi Industri 4.0 membawa “bom waktu” berupa radikalisme, hoaks, hingga online bullying. Di sinilah mahasiswa harus hadir bukan sebagai penonton, melainkan sebagai garda terdepan literasi digital.

“Tugas kita adalah membangun literasi digital yang tangguh untuk menangkal hoaks, apalagi di tahun politik. Dibutuhkan kecerdasan super dari mahasiswa untuk menghalau dampak negatif disrupsi ini,” ujar Gus Halim di hadapan mahasiswa baru UNY.

5 Jurus Politik Super Cerdas Mahasiswa
Menurut Gus Halim, untuk mewujudkan Society 5.0—sebuah masyarakat yang hidup harmonis dengan teknologi demi kesejahteraan—ada lima peran fundamental yang harus dijalankan mahasiswa:

  • Agen Perubahan (Agent of Change): Menciptakan inovasi kreatif untuk memecahkan persoalan nyata di tengah masyarakat.
  • Kontrol Sosial: Memiliki kepekaan tinggi untuk menjaga kebhinekaan dari pengaruh paham asing yang merusak.
  • Penerus Kepemimpinan: Mengasah jiwa kepemimpinan untuk estafet kepemimpinan politik di masa depan.
  • Pengawas Kebijakan: Berpikir analitis dan kritis dalam mengawal kebijakan pemerintah melalui penyampaian aspirasi berbasis data dan inovasi.
  • Penjaga Nilai: Konsisten menggaungkan narasi kebangsaan dan menjaga nilai persatuan nasional.

Apresiasi bagi Mahasiswa Penghafal Al-Qur’an
Menariknya, acara tersebut tidak hanya berisi paparan teori. Sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap pengembangan sumber daya manusia, Gus Halim yang juga alumni UNY, memberikan bonus berupa dana pembelian buku. Bonus ini diberikan kepada mahasiswa yang mampu menjawab tantangan pertanyaan serta mereka yang memiliki kualifikasi khusus sebagai penghafal Al-Qur’an 30 juz.

Langkah ini menegaskan bahwa untuk menjadi “Super Cerdas” di era Society 5.0, keseimbangan antara penguasaan teknologi, kecerdasan intelektual, dan keteguhan spiritual menjadi kunci utama yang tidak bisa ditawar.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sinyal dari Padang: Sekolah Harus Jadi Pabrik Inovasi Desa

27 Maret 2026 - 06:15 WIB

Emas Hijau Sidomulyo: Mengubah Pisang Pekarangan Menjadi Cuan

24 Maret 2026 - 18:32 WIB

Stop Kejar Setoran: PTN Harus Fokus Jadi Kampus Top Dunia

17 Maret 2026 - 22:59 WIB

Cara Menjadi Konsumen Cerdas Agar Tidak Tertipu Pedagang

15 Maret 2026 - 10:48 WIB

Pemerataan Hak Sekolah: Bedah Aturan Pendidikan di Pasaman

14 Maret 2026 - 10:58 WIB

Borok Program Makan Gratis Jombang: Gizi Buruk Hingga Suap

14 Maret 2026 - 10:20 WIB

Trending di PENDIDIKAN