Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Peternak di desa-desa Sumatera Barat kini tak perlu khawatir biaya melonjak. Tiga unit pelayanan peternakan resmi berstatus BLUD per 19 Januari 2026, tapi gubernur menegaskan: efisiensi, bukan kenaikan tarif.
Rumah Sakit Hewan Sumbar, UPTD Ternak Unggas, dan Balai Pembibitan Tuah Sakato kini dikelola seperti perusahaan profesional. Fleksibilitas keuangan diberikan. Namun Gubernur Mahyeldi Ansharullah memberi bat tegas: “PAD dinaikkan lewat efisiensi dan inovasi, bukan membebani rakyat.”
Layanan digital jadi ikon. Rumah Sakit Hewan Sumbar beralih ke sistem pendaftaran dan rekam medis berbasis aplikasi. Targetnya transparansi total. Hasilnya? Kontribusi PAD rumah sakit ini diproyeksi tembus Rp2,4 miliar di akhir 2025—melesat dari target awal Rp1,7 miliar.
Teknologi tinggi untuk kandang desa. Balai Pembibitan Tuah Sakato menggunakan teknologi sexing pada semen beku. Peternak bisa menentukan jenis kelamin ternak sesuai kebutuhan pasar. Sementara UPTD Ternak Unggas masuk ke bisnis hilirisasi pakan dengan harga kompetitif lewat kemitraan.
Langkah ini mengubah sektor peternakan—yang dulu hanya pos belanja daerah—menjadi mesin ekonomi modern. Dengan 55 BLUD yang sudah berjalan di Sumbar, tiga tambahan di peternakan ini mengirim sinyal: birokrasi yang mandiri, inovatif, tapi tetap rendah hati melayani.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.