Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 24 Jun 2025 08:14 WIB ·

Bacan Hidup di “Zaman Kegelapan”, LSM Desak Bos PLN Dicopot


					Bacan Hidup di “Zaman Kegelapan”, LSM Desak Bos PLN Dicopot Perbesar

Halmahera Selatan, Maluku Utara[DESA MERDEKA] Ironi besar tengah menyelimuti warga Bacan Barat dan Bacan Barat Utara. Di tengah narasi digitalisasi nasional, ribuan warga di dua wilayah Kabupaten Halmahera Selatan ini justru merasa kembali ke “zaman kegelapan”. Pemadaman listrik kronis yang berlangsung berhari-hari hingga berminggu-minggu memicu amarah warga dan mengundang aksi protes keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kalesang Anak Negeri (KANe) Maluku Utara.

Sekretaris LSM KANe Maluku Utara, Alimudin AF, menegaskan bahwa situasi ini bukan lagi sekadar gangguan teknis biasa, melainkan kegagalan manajemen yang fatal. Menurutnya, listrik adalah urat nadi aktivitas masyarakat selama 24 jam. Tanpa pasokan yang stabil, roda ekonomi dan kehidupan sosial warga pedesaan lumpuh total.

“Pemadaman di sini sangat fatal. Bayangkan, masyarakat perkotaan mati lampu satu jam saja sudah gaduh, sementara di pedesaan Bacan, pemadaman bisa sampai seminggu penuh. Ini penderitaan yang luar biasa,” ungkap Alimudin dengan nada kecewa.

Ironi “Beli Meteran untuk Menderita”
Sudut pandang menarik muncul saat Alimudin menyoroti perjuangan ekonomi warga. Banyak masyarakat desa yang harus menyisihkan uang dari keterbatasan ekonomi mereka demi memasang meteran PLN dengan harapan hidup lebih mudah. Namun, kenyataannya justru berbanding terbalik.

“Setelah meteran dipasang, warga kira hidup akan senang. Faktanya, mereka malah makin setengah mati. Seolah-olah lebih baik tidak menggunakan listrik PLN sama sekali daripada bayar untuk menderita. Ini jelas kesalahan fatal dari pihak manajemen PLN,” tegas Alimudin.

Gelar Demo dan Tuntut Pencopotan Kepala PLN
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, LSM KANe berencana mengepung kantor PT PLN (Persero) Cabang Bacan pada pekan depan. Aksi unjuk rasa besar-besaran ini membawa tuntutan tunggal: Stabilisasi pasokan listrik atau pencopotan jabatan.

Alimudin menilai Kepala PLN Halmahera Selatan, Nurseto, gagal total dalam memetakan dan menyelesaikan krisis listrik di wilayah Bacan Barat. Ketidakmampuan pimpinan dalam merespons jeritan warga menjadi alasan utama LSM KANe mendesak adanya pergantian kepemimpinan.

“Paling lambat hari Kamis pekan depan kami turun ke jalan. Tuntutan kami jelas, tuntaskan krisis listrik di Bacan Barat dan Barat Utara, serta copot Nurseto dari jabatannya sebagai Kepala PLN Bacan,” tutupnya.

Bagi warga Bacan, listrik kini bukan lagi soal gaya hidup, melainkan kebutuhan dasar yang mendesak untuk keberlangsungan hidup dan martabat ekonomi mereka yang telah lama terabaikan.

Disclaimer Berita:
Berita ini disusun berdasarkan informasi yang diberikan oleh narasumber dan bertujuan untuk menyampaikan aspirasi serta keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik. Redaksi berusaha menyajikan informasi secara akurat dan berimbang. Segala klaim dan tuntutan yang disebutkan dalam berita ini merupakan pandangan dari pihak-pihak terkait dan bukan merupakan pernyataan atau posisi resmi dari redaksi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 53 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Optimisme Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Luka di Bacan Barat: Saat Dana Kesehatan Desa Dikorupsi

20 April 2026 - 22:18 WIB

Trending di RAGAM