Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 3 Jun 2025 08:22 WIB ·

Awas Longsor! Musim Hujan Mengintai, Belajar dari Tragedi Tawabi


					Image courtesy https://www.redmol.id/ Perbesar

Image courtesy https://www.redmol.id/

Tawabi, Bacan Barat, Halsel [DESA MERDEKA] – Musim hujan, khususnya di wilayah rawan longsor seperti Halmahera Selatan, selalu membawa berkah air namun juga potensi ancaman serius. Tanah longsor, salah satu bencana alam paling mematikan di Indonesia, kembali menunjukkan keganasannya di Desa Tawabi, Kecamatan Bacan Barat. Pada Selasa dini hari, 3 Juni 2025, sekitar pukul 05.00 WIT, saat sebagian besar warga masih bersiap melaksanakan salat Subuh, musibah tak terduga ini mengguncang ketenangan desa.

Menurut informasi dari redmol.id yang terbit pada 3 Juni 2025, longsor menimpa satu unit rumah milik Bapak Hamis. Kediaman Bapak Hamis ini terletak di RT 01, sebuah area yang memang dikenal sebagai wilayah rawan longsor karena lokasinya yang berdekatan langsung dengan perbukitan. Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, meskipun bagian belakang rumahnya mengalami kerusakan parah akibat tertimbun tanah dan bebatuan yang runtuh dari atas bukit.

Asis Hamisi, Ketua RT 01, membenarkan peristiwa nahas tersebut. Ia menceritakan bahwa longsor datang secara tiba-tiba, bersamaan dengan guyuran hujan deras yang tak berhenti semalaman. “Longsornya terjadi pagi-pagi sekali, pas orang-orang baru bangun Subuh. Tiba-tiba tanah di atas bukit ambrol dan langsung menimpa bagian belakang rumah Pak Hamis,” imbuh Asis Hamisi. Ia melanjutkan dengan nada syukur, “Alhamdulillah, beliau selamat karena saat itu masih berada di bagian depan rumah.”

Sesaat setelah kejadian, warga sekitar segera datang membantu membersihkan material longsoran dan mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Meski beberapa bagian rumah Bapak Hamis tidak dapat digunakan lagi, dan untuk sementara waktu, pemilik rumah mengungsi ke rumah kerabatnya.

Menanggapi kejadian ini, Kepala Desa Tawabi, Rais D. Conoras, langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi rumah yang terdampak. “Kami turut prihatin atas musibah ini, tapi kita juga bersyukur tidak ada korban. Saya mengimbau seluruh masyarakat, terutama yang tinggal dekat bukit atau lereng, agar lebih waspada,” ujar Rais D. Conoras.

Kades Rais juga menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda awal pergerakan tanah. “Jika ada tanda-tanda tanah mulai bergerak, seperti retakan pada permukaan tanah atau pohon miring, segera laporkan ke RT atau pemerintah desa,” tegasnya. Beliau juga mengingatkan warga akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar rumah, termasuk membersihkan saluran air secara rutin, tidak menebang pohon sembarangan di lereng bukit, serta siap untuk mengungsi bila dirasa tidak aman. Langkah-langkah preventif ini sangat krusial untuk meminimalisir risiko bencana dan menyelamatkan nyawa.

Sesaat setelah kejadian, warga bersama aparatur desa langsung melakukan kerja bakti membersihkan puing-puing dan material longsor. Beberapa relawan juga turut membantu memperbaiki bagian rumah yang rusak agar bisa segera dipergunakan kembali.

Masih menurut redmol.id, Pemerintah Desa Tawabi saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Kecamatan Bacan Barat dan instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Koordinasi ini bertujuan untuk mengajukan bantuan darurat, baik berupa logistik, alat berat, maupun bantuan renovasi untuk rumah warga yang terdampak. “Kami akan segera laporkan kejadian ini secara resmi dan berharap ada bantuan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi,” tambah Rais D. Conoras.

Peristiwa di Desa Tawabi ini menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa bencana alam seperti tanah longsor dapat terjadi kapan saja, terutama di musim hujan. Masyarakat diimbau untuk tidak panik, namun tetap mempertahankan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Menjaga lingkungan, memahami jalur evakuasi, dan selalu siap menghadapi situasi darurat adalah kunci utama.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 58 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jemu Menunggu Perbaikan, Warga dan Organda Swadaya Benahi Jalan Sakunde–Sambiki

1 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Jalan Kaputusan-Indari Rusak Parah, Warga Desak Pemkab Halsel Turun Tangan

29 September 2026 - 16:06 WIB

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

Trending di RAGAM