Menu

Mode Gelap
Korban Bencana Sumatra Capai 303 Jiwa, Sumut Paling Terdampak Akses Darurat dan Data Tunggal Kunci Penanganan Bencana Sumbar Dana Desa Tahap II Gagal Cair, Program Pembangunan Mangkrak 24 Desa Jember Masih Blank Spot, DPRD Desak Diskominfo Pengamanan Ketat Kawal Pencairan Dana Desa Tolikara Berjalan Lancar

SOSBUD · 14 Okt 2025 21:02 WIB ·

Angka Kekerasan Meningkat, PKK Malaka Edukasi Pencegahan Anak dan Perempuan


					Tiga orang Narasumber dan PLH Ketua TP-PPK Kabupaten Malaka, masing-masing kiri depan Kanit PPA polres Malaka, Wakapolres Malaka, PLT Kadis PPA/KB dan PLH Ketua TP-PPK, (Dok,Fabi) Perbesar

Tiga orang Narasumber dan PLH Ketua TP-PPK Kabupaten Malaka, masing-masing kiri depan Kanit PPA polres Malaka, Wakapolres Malaka, PLT Kadis PPA/KB dan PLH Ketua TP-PPK, (Dok,Fabi)

Malaka, NTT [DESA MERDEKA] Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendorong Tim Penggerak PKK Kabupaten Malaka mengambil inisiatif strategis melalui sosialisasi pencegahan. Kegiatan ini digelar di aula sekretariat bersama PKK dan Dekranasda Kabupaten Malaka pada Senin (13/10/2025), sebagai langkah proaktif meminimalisir lonjakan kasus yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Kegiatan sosialisasi ini menyasar internal anggota PKK Malaka dan menghadirkan narasumber dari Polres Malaka, yakni Wakapolres dan Kanit PPA, serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Malaka.

Pelaksana Harian Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malaka, Maria Theresia Un, mengungkapkan data yang mengkhawatirkan. Berdasarkan informasi dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA/KB) Malaka, tercatat sebanyak 37 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi sejak awal tahun 2025 hingga hari pelaksanaan sosialisasi. Kasus-kasus ini mencakup kekerasan seksual, fisik, verbal, hingga mental.

Theres, sapaan akrab Maria Theresia, menekankan bahwa kasus yang paling dominan di Malaka adalah kekerasan terhadap anak, meliputi kekerasan seksual, fisik, mental, dan penelantaran.

Ia berharap, melalui sosialisasi ini, seluruh peserta dari Tim Penggerak PKK Malaka dapat memahami secara mendalam berbagai jenis kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar mereka. Pemahaman ini penting sebagai modal awal untuk melakukan pencegahan dengan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas mengenai risiko hukum dan dampak buruk dari tindakan kekerasan tersebut.

Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Malaka, Muhamad Fakrudin, membenarkan adanya tren peningkatan kasus yang signifikan. Dalam laporannya, ia merinci kenaikan kasus kekerasan anak dan perempuan yang dilaporkan ke Polres Malaka:

  • Tahun 2022: 60 kasus
  • Tahun 2023: 80 kasus
  • Tahun 2024: 106 kasus

Kekerasan yang paling sering dilaporkan adalah kekerasan seksual terhadap anak. Wakapolres Fakrudin menegaskan bahwa tren kenaikan ini harus menjadi perhatian serius bagi seluruh stakeholder, termasuk pemerintah, LSM, dan masyarakat.

“Anak-anak ini adalah tunas Bangsa, dan ini termasuk dalam kenakalan remaja salah satunya adalah seks bebas sebagai pemicu kekerasan seksual. Mereka ini kan tunas-tunas bangsa yang akan mengambil tongkat estafet menggantikan kami-kami ini,” jelasnya.

Wakapolres menghimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, untuk bersatu padu dan bergotong-royong memerangi kekerasan serta memberikan edukasi mengenai dampak kekerasan seksual. Ia memastikan bahwa Polres Malaka siap memberikan pelayanan terbaik bagi warga yang melaporkan kasus kekerasan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Relawan Pemprov Sumbar Bersihkan Rumah Warga Terdampak Bencana

4 Desember 2025 - 08:27 WIB

Al-Khair Foundation Salurkan Bantuan Rp600 Juta untuk Sumbar

4 Desember 2025 - 04:42 WIB

Swasta Bantu Korban Bencana: Apical dan Tidar Serahkan Bantuan

3 Desember 2025 - 09:56 WIB

Ngejalang Fest: Pesisir Barat Raih Penghargaan Desa Budaya Nasional

2 Desember 2025 - 11:48 WIB

Charoen Pokphand Bantu Korban Bencana di Sumatera Barat

1 Desember 2025 - 15:40 WIB

Jawa Timur Sumbang Rp2,5 Miliar Bantu Pemulihan Bencana Sumbar

1 Desember 2025 - 13:43 WIB

Trending di SOSBUD