Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

POLITIK · 9 Feb 2026 23:49 WIB ·

Agus Widjojo Wafat: Hilangnya Arsitek Intelektual Penumbang Dwifungsi ABRI


					Agus Widjojo Wafat: Hilangnya Arsitek Intelektual Penumbang Dwifungsi ABRI Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Indonesia kehilangan salah satu pemikir strategis terbaiknya. Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo mengembuskan napas terakhir pada Minggu malam, 8 Februari 2026. Kepergian sosok yang dikenal sebagai “Jenderal Intelektual” ini menyisakan duka mendalam sekaligus refleksi kritis bagi masa depan institusi TNI di tengah iklim demokrasi.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, mengenang Agus Widjojo bukan sekadar sebagai perwira tinggi, melainkan jembatan emas antara militer dan supremasi sipil. Menurut Didik, Agus adalah tokoh kunci yang dengan gagah berani merancang penutupan era Dwifungsi ABRI, demi mengembalikan TNI pada marwah profesionalisme pertahanan negara.

“Agus Widjojo adalah perwira intelektual yang fasih membaca perubahan zaman. Ia menjunjung tinggi profesionalisme TNI sekaligus supremasi sipil sebagai pilar masyarakat modern,” ungkap Prof. Didik, Senin (9/2/2026).

Melawan Arus Politik Praktis
Sudut pandang Agus Widjojo terhadap relasi militer dan politik tergolong radikal pada masanya. Ia konsisten berpendapat bahwa keterlibatan TNI dalam politik praktis justru akan melemahkan kekuatan institusi itu sendiri. Bagi almarhum, kekuatan militer sejati justru lahir dari rahim demokrasi, di mana tentara tunduk pada konstitusi dan hukum, bukan menjadi “penjaga kekuasaan” kelompok tertentu.

Prof. Didik mencatat bahwa kenyamanan kalangan intelektual sipil dalam berdiskusi dengan Agus adalah bukti bahwa militer tidak harus selalu tampil kaku. “Ia mampu membangun dialog sehat. Pemikirannya bernas, santun, namun sangat tegas dalam prinsip demokrasi modern,” tambahnya.

Krisis “Tentara Intelektual” di Generasi Baru
Di balik penghormatannya, Prof. Didik memberikan catatan kritis yang menohok. Ia menempatkan Agus Widjojo setara dengan tokoh sekaliber Sajidiman Suryohadiprodjo atau Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, ia menyayangkan fenomena hari ini di mana sosok perwira dengan kapasitas intelektual serupa semakin sulit ditemukan.

“Pada generasi perwira saat ini, kita sulit mengenali tentara intelektual seperti Agus Widjojo. Ia adalah figur komprehensif yang membentuk cara pandang elite dalam memahami dinamika geoekonomi dan geopolitik melalui Lemhannas,” jelas Prof. Didik.

Kepergian mantan Gubernur Lemhannas ini menandai hilangnya “dapur pemikiran strategis” negara yang langka. Agus Widjojo telah membuktikan bahwa seragam militer tidak menghalangi seseorang untuk berpikir demokratis. Kini, tantangan besar berada di pundak generasi penerus TNI: apakah mereka mampu melanjutkan warisan intelektualisme Agus atau justru terjebak dalam pragmatisme kekuasaan yang dulu sangat ia hindari.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jen Natalia Fokus Pemberdayaan Masyarakat Malaka

23 Mei 2026 - 08:57 WIB

Solid Bergerak! Musancab PDI-P Padang Pariaman Bakar Semangat Ratusan Kader

1 Mei 2026 - 09:33 WIB

Musda KNPI Papua Barat Daya: Akhiri Era Pemuda Seremonial

27 April 2026 - 02:36 WIB

Pasar Tradisional Sekarat: Jeritan Anak Pedagang Menggugat Khofifah

21 April 2026 - 06:59 WIB

Foto: Hasil Rekayasa Ai, Baret Meluapkan Kemarahan

Lawan Godzilla El-Nino, Sektor Pertanian dan Perikanan Jadi Fokus Utama

13 April 2026 - 18:33 WIB

Slogan Perempuan Mengabdi: Anggi Putri Warnai Kursi BPD Bantarjaya

28 Maret 2026 - 15:22 WIB

Trending di POLITIK