Bengkulu Tengah, Bengkulu [DESA MERDEKA] – Desa Nakau tidak ingin sekadar membangun jalan atau gedung; mereka sedang membangun manusia. Melalui rembuk stunting yang digelar Jumat (2/8/2024), Pemerintah Desa Nakau bersama BPD dan masyarakat merumuskan rencana aksi ambisius untuk tahun 2025. Langkah ini menjadi bukti bahwa masa depan generasi emas Indonesia dimulai dari meja diskusi balai desa.
Strategi yang disusun tidak main-main. Desa Nakau menyepakati empat pilar utama: pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, penguatan layanan kesehatan, pembangunan sanitasi layak, serta edukasi masif mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pendamping Lokal Desa, Medi Perwira Jaya, menegaskan bahwa rencana aksi ini akan menjadi dasar program yang lebih terarah dan terukur.
Kolaborasi Lintas Sektor di Akar Rumput
Keberhasilan penanganan stunting di desa mustahil tercapai tanpa gotong royong. Diskusi ini mempertemukan perspektif medis dari Puskesmas Kembang Seri dengan kearifan tokoh masyarakat lokal. Fokusnya jelas: pencegahan dini. Hal ini mencakup pemantauan ketat tumbuh kembang anak dan memastikan asupan gizi seimbang bagi ibu hamil di seluruh wilayah desa.
Target 2025: Sanitasi dan Edukasi Jadi Prioritas
Salah satu poin “out of the box” dalam rembuk ini adalah kesadaran bahwa stunting bukan hanya urusan makan, tapi juga urusan jamban dan saluran air. Peningkatan sanitasi lingkungan melalui pembangunan fasilitas fisik menjadi agenda prioritas tahun depan. Dengan sanitasi yang baik, risiko infeksi berulang pada anak—yang menjadi salah satu pemicu stunting—dapat ditekan secara signifikan.
Selain infrastruktur fisik, peningkatan pengetahuan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan. Sosialisasi berkala diharapkan mampu mengubah pola asuh tradisional menjadi lebih sadar gizi. Melalui semangat kolektif ini, Desa Nakau optimistis mampu meningkatkan kualitas hidup warga secara menyeluruh dan mencetak generasi muda yang sehat dan tangguh.

|Merdeka|Bicara|Desa

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.