Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PENDIDIKAN · 1 Mar 2024 07:48 WIB ·

Tukang Bangunan Desa Oeltua Berhasil Cetak Sarjana Undana


					Tukang Bangunan Desa Oeltua Berhasil Cetak Sarjana Undana Perbesar

Kupang, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] Gelar sarjana yang diraih Selviana Kofi, S.Sos., dalam wisuda Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Februari lalu, bukan sekadar prestasi akademik. Di balik toga itu, tersimpan kisah “sarjana ternak babi” dari Desa Oeltua, Kabupaten Kupang. Sang ayah, Yakobus Kofi, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi dan latar belakang pendidikan yang hanya lulusan SD bukan penghalang untuk mengantarkan anak ke puncak pendidikan tinggi.

Perjuangan Yakobus—atau Jecko—adalah potret nyata ketahanan warga desa. Sambil bekerja sebagai tukang bangunan di kota, ia menyulap lantai dasar rumah sederhananya menjadi kandang babi berukuran 4×24 meter. Usaha ternak inilah yang menjadi mesin ekonomi tambahan bagi keluarga Kofi untuk menutupi biaya kuliah yang tidak sedikit.

Foto Istimewa Selviana Kofi S.Sos

Strategi Pakan Alternatif dan Resiliensi Desa
Hidup di tengah kesulitan ekonomi menuntut kreativitas. Untuk menekan biaya produksi, Jecko rutin bergerilya mencari sisa sayuran di pasar untuk diolah kembali menjadi pakan ternak. Meski sempat terpuruk akibat virus yang mematikan seluruh ternaknya, ia bangkit kembali berkat bantuan bibit dari peternak lokal.

“Dulu saya punya banyak babi, tapi mati semua kena virus. Namun, saya tidak putus asa dan mulai beternak lagi,” kenang Jecko. Resiliensi atau daya lentur seperti inilah yang menjadi ciri khas kemandirian ekonomi masyarakat perdesaan dalam menghadapi krisis.

Investasi Sosial dari Meja Kuliah ke Desa
Keberhasilan Selviana adalah buah dari solidaritas keluarga. Sejak kecil, ia dan adik-adiknya terbiasa berbagi tugas: mencincang pakan, memasak, hingga membersihkan kandang babi. Pola asuh ini membentuk karakter Selviana yang tidak hanya ingin mencari kerja untuk membantu adik-adiknya, tetapi juga memiliki cita-cita mulia berinvestasi sosial di lembaga kemanusiaan.

Bagi Selviana, gelar S.Sos yang ia sandang adalah balasan atas cucuran keringat ayahnya. Kisah dari Desa Oeltua ini mengirimkan pesan kuat bagi seluruh pemuda desa di NTT: bahwa kemiskinan bisa dikalahkan dengan kegigihan, kerja keras, dan bau aroma kandang yang berubah menjadi wangi masa depan.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 120 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Peran Guru Desa Jaga Kesehatan Mental Siswa

12 Juni 2026 - 10:25 WIB

Evaluasi Makan Bergizi Gratis di Malaka: Tantangan dan Harapan

9 Juni 2026 - 13:59 WIB

Jombang Pastikan Program Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

9 Juni 2026 - 00:02 WIB

Pawai Katam Al-Qur’an, Investasi Karakter Generasi Muda Padang

7 Juni 2026 - 13:06 WIB

Literasi Digital Jadi Kunci SDM Desa Berdaya Saing

3 Juni 2026 - 09:25 WIB

Revitalisasi Tradisi Surau Lewat SMP Islam Darul Hakim

2 Juni 2026 - 21:01 WIB

Trending di PENDIDIKAN