Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Penantian panjang warga Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang untuk menikmati akses transportasi yang layak akhirnya berbuah manis. Dua ruas jalan lingkungan, yakni Jalan Fisika I dan Fisika II di kawasan Kompleks Unand Blok B, kini telah dilapisi aspal mulus. Pembangunan ini menjadi angin segar bagi mobilitas harian masyarakat setempat.
Topografi wilayah Limau Manis Selatan yang berada di ketinggian sekitar 255 meter di atas permukaan laut (mdpl) memang menghadirkan tantangan tersendiri. Berada tepat di kaki bukit barisan, wilayah ini didominasi oleh tanjakan curam. Ketika musim hujan melanda Kota Padang, jalanan tanah dan batu yang rusak kerap tergerus air. Erosi tersebut menciptakan kubangan lumpur serta jalur yang licin. Kondisi inilah yang berbahaya bagi keselamatan pengendara maupun anak-anak sekolah. Berjarak sekitar 16 kilometer dari pusat kota, akses infrastruktur yang kokoh menjadi urat nadi yang sangat krusial bagi warga.
Guna menjawab persoalan tersebut, proyek pengaspalan ini akhirnya dieksekusi oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Provinsi Sumatera Barat. Pendanaannya dikawal melalui alokasi anggaran pokok pikiran (pokir) Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) Kota Padang, serta diselaraskan dengan koordinasi wilayah oleh anggota DPRD Kota Padang, Rafdi. Pengusulan jalan sepanjang lebih dari 200 meter ini sebenarnya sudah bergulir sejak tahun 2024.

Sebagai bentuk rasa syukur, warga menggelar acara silaturahmi dan syukuran bersama pada Minggu (18/10/2026). Ketua RT 03, Bahrizal Basir, mengungkapkan bahwa realisasi ini sangat melegakan masyarakat setelah melalui proses perjuangan yang panjang.
Namun, ia mengingatkan bahwa pekerjaan rumah belum sepenuhnya selesai. Masih ada titik di sekitar Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) yang membutuhkan pengaspalan lanjutan agar seluruh konektivitas menuju jalan utama terhubung sempurna.
“Kami berharap sisa ruas yang belum selesai bisa dilanjutkan dalam satu rangkaian pembangunan ke depan,” ujar Bahrizal. Ia juga mengajak seluruh warga untuk aktif merawat dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar aspal baru tersebut.
Di sisi lain, tokoh masyarakat setempat, Prof. Musliar Kasim, menekankan bahwa hadirnya infrastruktur fisik yang baik harus diimbangi dengan pembangunan kualitas sosial dan SDM. Warga Kompleks Unand berkomitmen memanfaatkan lingkungan yang semakin tertata ini untuk memperkuat pembinaan generasi muda, salah satunya lewat pengembangan program Smart Surau dan pendidikan agama di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA).

Pemerintah daerah melalui dinas terkait berharap pemenuhan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan ini dapat menjadi batu pijakan awal. Jika aksesibilitas dasar telah terpenuhi, ruang bagi pembangunan fasilitas publik lainnya, seperti gedung serbaguna untuk aktivitas komunitas warga, akan lebih mudah diwujudkan di masa mendatang.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.