Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Derap langkah kaki dan riuh rendah obrolan ratusan warga memecah keheningan pagi di Kampung Pulo Landak RT 005/RW 002. Kamis, 30 Juli 2026, menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Langkah mantap sekitar 150 warga hari itu bukan tanpa tujuan, mereka tengah bergotong-royong mengantarkan salah satu putra terbaik desa, Effendi, untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa.
Pemandangan ini menjadi potret hidup dari dimulainya geliat Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026. Tidak seperti pemilihan konvensional terdahulu, kontestasi kali ini membawa angin segar modernisasi lewat penerapan konsep tempat pemungutan suara berbasis digital yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi. Di tengah transisi teknologi politik tingkat akar rumput ini, antusiasme masyarakat justru makin menguat namun tetap dalam koridor yang damai.
Riuhnya rombongan warga yang datang ke Kantor Sekretariat Panitia Pemilihan tidak lantas menciptakan kesemrawutan. Sejak pukul 09.00 WIB, sinergi pengamanan humanis diperlihatkan oleh jajaran Polsek Cabangbungin dan unsur TNI. Kapolsek Cabangbungin, AKP Alex Chandra, S.H., M.H., turun langsung memimpin pengamanan di lapangan bersama Kanit Binmas IPDA Rokhman dan Babinsa PELTU Arif Fadillah.
Aparat gabungan tidak berdiri kaku bersenjata, melainkan aktif mengatur alur pergerakan massa dengan pendekatan persuasif. Penyerahan berkas pendaftaran ke Panitia Pemilihan dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sindangsari pun berlangsung tertib tanpa mengganggu roda aktivitas ekonomi masyarakat sekitar lokasi.
“Kami berkomitmen penuh menjaga netralitas, serta menyajikan pengamanan secara profesional sekaligus humanis di setiap jengkal tahapan Pilkades Serentak ini,” tegas pihak Polsek Cabangbungin.
Sembari mengawal proses administrasi, AIPDA Arif Fadilah selaku Bhabinkamtibmas setempat menyelinap di antara kerumunan warga. Ia menyelipkan pesan-pesan sejuk tentang pentingnya menjaga kerukunan, toleransi, dan kesehatan lingkungan. Kontestasi politik digital yang puncaknya dijadwalkan pada September nanti diharapkan menjadi ajang adu gagasan yang sehat, bukan ruang pemecah belah.
Melalui pengawalan yang presisi, Desa Sindangsari hari ini telah membuktikan bahwa pesta demokrasi paling intim di tingkat desa pun bisa berjalan elegan, modern, dan sejuk.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.