Sungai Limau, Padang Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Desa Wisata Guranjhil (Guguak Kuranji Hilir), Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, resmi memulai transformasi ke era digital internasional. Melalui kolaborasi strategis dengan Jurusan Bahasa Inggris Politeknik Negeri Padang (PNP), desa wisata ini mengadopsi ekosistem digital berbasis dua bahasa (bilingual) untuk membidik pasar wisatawan mancanegara.
Langkah taktis ini diwujudkan melalui program pengabdian masyarakat berkelanjutan yang dipimpin oleh tim PNP di Aula Kantor Wali Nagari Guguak Kuranji Hilir, Rabu (15/7/2026).
Sinergi ini difokuskan pada pemberdayaan kelompok sadar wisata (pokdarwis) agar mampu mengelola infrastruktur digital secara mandiri.
Ketua LP2M PNP, Dony Marzuki, menyatakan bahwa intervensi akademis ini dirancang sebagai program jangka panjang, bukan sekadar pendampingan sesaat.
“Kami membawa solusi digital terapan yang siap dieksekusi oleh pengelola lokal demi meningkatkan daya saing pariwisata nagari di tingkat global,” jelas Dony.
8 Inovasi Digital untuk Akses Global
Tim PNP yang dikoordinasikan oleh Gilang Surendra menjabarkan delapan platform digital berbahasa Inggris yang siap dioperasikan oleh Pokdarwis Paingan. Beberapa infrastruktur utama yang diserahkan meliputi:
- Website Resmi Guranjhil Village: Portal informasi terintegrasi dalam bahasa Inggris sebagai gerbang utama bagi turis asing.
- Infrastruktur Media Sosial: Optimalisasi konten visual pada Instagram untuk menjaring pasar generasi muda dan wisatawan digital.
- Booklet Wisata Bilingual: Panduan interaktif digital dan cetak yang memuat peta destinasi, atraksi budaya, serta regulasi lokal.
Plt. Wali Nagari Guguak Kuranji Hilir, Saur Lamza, menegaskan bahwa perangkat digital ini akan menjadi instrumen penting bagi kemandirian ekonomi desa. Pihak nagari berkomitmen mengawal pemanfaatan aset digital ini agar berdampak langsung pada kunjungan wisatawan.

Hilirisasi Potensi Kuliner dan UMKM Lokal
Selain penguatan teknologi informasi, pengembangan Desa Wisata Guranjhil juga diintegrasikan dengan hilirisasi produk UMKM berbasis potensi alam:
- Teh Herbal Bunga Telang: Minuman organik khas dari Kebun IDeOrganik yang diproyeksikan menjadi welcome drink premium bagi wisatawan asrama atau homestay.
- Kerupuk Amplang Ikan: Produk olahan dari komoditas perikanan laut tangkapan nelayan lokal yang diproduksi oleh ‘Dapur Auliya’ sebagai produk oleh-oleh unggulan desa.
Melalui integrasi bahasa asing, penguasaan teknologi informasi, dan standardisasi produk UMKM, Desa Wisata Guranjhil kini memiliki fondasi kuat untuk bersaing di ceruk pasar pariwisata internasional.

Penggiat Desa. Lakukan yang Perlu saja (Prioritas).
Kita Gak perlu memenangkan semua Pertempuran.
Tinggal di Padang Pariaman, Sumatera Barat.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.