Purwakarta,Jawa Barat[DESA MERDEKA]-Sebuah tonggak sejarah baru bagi kelembagaan desa Indonesia terukir di Kabupaten Purwakarta. Ribuan perwakilan Badan Permusyawaratan Desa dari seantero nusantara berkumpul di Alun-Alun Pasanggrahan Pajajaran pada Senin (13/7). Dalam pertemuan besar ini, dilaksanakan pelantikan Pengurus Pusat PABPDSI masa bakti 2026–2032, bersamaan dengan pengukuhan IKA-PABPDSI serta penetapan enam Satuan Tugas Nasional yang siap mendukung program kerja ke depan.
Kehadiran tokoh pemimpin negara menjadi bukti nyata bahwa desa dijadikan fondasi utama kemajuan bangsa, sejalan dengan poin keenam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto: membangun desa dan dari desa ke bawah.
Kepala Kantor Staf Presiden sekaligus Ketua Dewan Pembina PABPDSI Pusat , H. Dudung Abdurachman, menegaskan peran strategis BPD dalam mengawal program pemerintah.
“Tugas saya adalah memastikan seluruh program pemerintah berjalan tepat sasaran. BPD berada di garis terdepan tata kelola desa, dan masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh keberhasilan 75.000 desa yang menjadi rumah bagi sebagian besar rakyat kita,” ujar Jenderal Dudung.
Menurutnya, desa bukan sekadar wilayah administratif, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi yang hidup dengan landasan kearifan lokal seperti gotong royong, musyawarah, dan rasa saling percaya. Semangat ini diharapkan dapat digerakkan penuh oleh kepengurusan baru PABPDSI untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Transformasi Organisasi untuk Kesejahteraan Desa
Ketua Umum PP PABPDSI periode 2026–2032, Fery Radiansyah, menyampaikan bahwa pelantikan ini menandai awal transformasi organisasi menjadi lebih profesional, berintegritas, dan berorientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat desa.
“Kami hadir untuk membangun kepemimpinan yang bersih, cakap, dan menjadi mitra terpercaya pemerintah dalam menyukseskan Asta Cita. Kehadiran Bapak Kepala Kantor Staf Presiden menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi antara pusat dan perwakilan desa kini semakin kokoh,” tegas Fery.
Sebelum upacara pelantikan, telah digelar Orientasi Nasional dan Rapat Kerja Pengurus Pusat pada 11–12 Juli 2026 di Hotel Prime Plaza Purwakarta. Bertema “Berdesa, Berbangsa dan Bernegara”, kegiatan yang diikuti 150 peserta ini mematangkan visi kebangsaan, kapasitas organisasi, serta kesiapan dalam mengawal pembangunan desa.
BPD Sebagai “DPR-nya Desa”
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menegaskan posisi BPD yang kerap disebut sebagai “DPR-nya desa” karena memegang peran sentral dalam musyawarah perencanaan, pembahasan anggaran, hingga pengawasan berbagai program strategis mulai dari Koperasi Desa Merah Putih, BUMDes, desa wisata, hingga desa ekspor.
“Mari kita jaga kekompakan dan bangun komunikasi yang baik dengan semua pihak. Dengan kebersamaan, Asta Cita keenam Presiden akan benar-benar lahir dari karya nyata di desa-desa kita,” ajak Yandri.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.