Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

LINGKUNGAN · 5 Jul 2026 20:33 WIB ·

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah


					Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah Perbesar

Talun Rejo, Simalungun[DESA MERDEKA] Malam mencekam menyelimuti Nagori Talun Rejo, Kecamatan Pematang Bandar, Simalungun, Kamis (3/7/2026). Saat hujan lebat dan petir menyambar, pusaran angin puting beliung datang menghantam, meluluhlantakkan 51 rumah warga dalam sekejap. Kini, di tengah puing-puing bangunan, warga menanti uluran tangan pemerintah yang dirasa sangat lambat.

Kusnadi (40), warga Huta III, masih mengingat jelas suara gemuruh yang meruntuhkan atap dapurnya. “Anginnya berputar sangat kencang. Belum sempat sadar, seng sudah terbang. Kami lari keluar rumah karena takut tertimpa bangunan,” kenangnya. Kengerian serupa terjadi di Huta II, di mana kekuatan angin sanggup menerbangkan atap rumah hingga tersangkut di puncak pohon sawit.

Kerusakan tersebar di empat dusun—Huta I, II, III, dan VI. Akses jalan sempat terputus total karena pohon tumbang dan tiang listrik yang roboh. Pangulu Nagori Talun Rejo, Waris, langsung berupaya mendirikan dapur umum dengan sumber daya terbatas. Namun, kebutuhan mendesak seperti terpal penutup atap, logistik, dan material bangunan masih jauh dari cukup.

Ironisnya, di saat warga berjuang swadaya, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Simalungun belum juga tiba. Ketua Maujana Nagori Talun Rejo, Rini, menyatakan kekecewaannya. “Surat permohonan sudah kami kirim, tapi belum ada tindak lanjut hingga hari ini,” keluhnya. Edi Suwardi, anggota Maujana, mendesak pemerintah agar tidak membiarkan masyarakat berjuang sendirian.

Menanggapi keluhan tersebut, Camat Pematang Bandar, Pahot Halomoan Siregar, menyatakan bahwa data telah dilaporkan ke tingkat kabupaten dan BPBD sudah meninjau lokasi. Namun, ia mengakui bantuan fisik memang belum tersalurkan.

Di balik puing yang berserakan, warga Talun Rejo kini dihantui kecemasan akan peringatan BMKG mengenai potensi cuaca ekstrem susulan. Bagi warga, ini bukan lagi soal angka kerusakan, melainkan soal kecepatan pemerintah dalam merespons krisis di lapangan sebelum jatuh korban lebih banyak.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Kolaborasi Anambas Foundation Ubah Wajah Lingkungan Kuala Maras

8 Juni 2026 - 13:19 WIB

Ancaman Agraria dan Bencana Ekologis Desa di Banjarnegara

26 Mei 2026 - 13:07 WIB

Bantuan Mobil Sampah Pangkas Transit Limbah Tarempa Barat

22 Mei 2026 - 16:34 WIB

Menguji ‘Nawaitu’ Warga Gununggempol Jadi Kiblat Sampah Nasional

18 Mei 2026 - 15:43 WIB

Trending di LINGKUNGAN