Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PENDIDIKAN · 14 Okt 2023 11:06 WIB ·

Polisi dan Kader Desa Beraksi, Lawan Stunting Lewat Aplikasi


					Polisi dan Kader Desa Beraksi, Lawan Stunting Lewat Aplikasi Perbesar

Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Siapa sangka markas polisi bisa menjadi pusat pengembangan teknologi kesehatan masyarakat? Di Mapolsek Tompobulu, Polres Bantaeng, sebuah kolaborasi tidak biasa terjadi. Sebanyak 12 Kader Pembangunan Manusia (KPM) dari enam desa berkumpul bukan untuk urusan kriminal, melainkan untuk menguasai aplikasi e-HDW (Human Development Worker) guna memutus rantai stunting. Bimbingan teknis (Bimtek) yang digelar Kamis (5/10/2023) ini menandai babak baru dalam penanganan pertumbuhan anak di Tompobulu. Aplikasi e-HDW besutan Kementerian Desa ini kini hadir dengan versi terbaru yang lebih kompleks, menuntut para kader untuk lebih “melek digital” dalam memantau kesehatan ibu hamil dan balita secara real-time.

Bukan Sekadar Pendek, Tapi Soal Nutrisi Otak

Perlu dipahami bahwa stunting bukan hanya masalah tinggi badan yang kurang. Lebih jauh dari itu, stunting adalah ancaman bagi masa depan karena menghambat perkembangan otak dan fisik anak akibat kekurangan nutrisi kronis. Meskipun tubuh pendek belum tentu stunting, namun ciri khas anak stunting adalah bertubuh pendek yang disertai defisit gizi parah.

Instruksi Kapolri: Polisi Ikut Turun Tangan

Kapolsek Tompobulu, AKP Syafaruddin, menegaskan bahwa kehadiran polisi dalam program kesehatan ini adalah tindak lanjut instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Polisi diperintahkan untuk mendukung penuh program nasional penurunan angka stunting. “Bhabinkamtibmas di tiap desa selalu siap membantu. Konvergensi stunting bukan program sepihak, tapi tanggung jawab kolektif kita semua,” tegas Syafaruddin.

Digitalisasi Data: e-HDW Versi Baru

Abdul Rahmat, selaku Person In Charge (PIC) wilayah Tompobulu, menjelaskan bahwa kader desa kini memikul tanggung jawab besar sebagai garda terdepan pendataan. Penggunaan aplikasi e-HDW tahun ini mengalami perubahan signifikan pada menu dan cara pengoperasiannya dibanding tahun lalu. “Kader dituntut aktif mendata ibu hamil, proses persalinan, hingga perkembangan balita melalui simulasi aplikasi yang kita lakukan hari ini,” ujar Rahmat. Sebagai panitia, Hasan Habibu (Hasby) menambahkan bahwa KPM adalah aset desa yang harus terus ditingkatkan kapasitasnya. Pendamping desa dan Polri (melalui Bhabinkamtibmas) kini memiliki visi serupa: mendorong masyarakat hidup bersih, menjaga kesehatan, dan memastikan ketersediaan sanitasi layak sebagai benteng utama pencegahan stunting di tingkat akar rumput.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

80 Pelajar SMA Padang Ikuti Latihan Menulis Literasi

2 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Guru Samarinda Dilatih Menangkal Penipuan Finansial Digital

23 September 2026 - 23:37 WIB

Lepas 340 Penerima Beasiswa Sawit, Gubernur Mahyeldi : Jangan Sia-siakan Kesempatan

22 September 2026 - 10:45 WIB

Di Tengah Demam AI, Guru Sumbar Butuh Perlindungan

5 September 2026 - 14:24 WIB

Bangkit dari Bawah: Pemulihan Gempa Ngada Berbasis Desa

4 September 2026 - 21:07 WIB

Kelurahan Cipayung dan Paramadina Buka Ruang Kolaborasi Global

1 September 2026 - 14:21 WIB

Trending di PENDIDIKAN