Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 29 Mei 2026 20:41 WIB ·

Edukasi Dapur Umum Tagana di Momen Iduladha Jombang


					Edukasi Dapur Umum Tagana di Momen Iduladha Jombang Perbesar

Jombang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Momen Iduladha biasanya identik dengan pembagian daging kurban, namun di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, suasana perayaan pada 29 Mei 2026 terasa berbeda. Taruna Siaga Bencana (Tagana) Jombang bersama Dinas Sosial tidak sekadar menyalurkan paket daging, tetapi juga mengubah kegiatan sosial tersebut menjadi pusat pelatihan kebencanaan yang taktis. Di tengah warga yang antusias, mereka menggelar edukasi pengelolaan dapur umum sebagai bagian dari penguatan kapasitas masyarakat desa.

Secara geografis, Jombang yang terletak di jalur aliran sungai Brantas memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana banjir. Memahami realitas ini, Tagana sadar bahwa kesiapsiagaan harus dimulai dari tingkat komunitas terkecil.

“Tagana memiliki tugas tidak hanya saat terjadi bencana, tetapi juga melakukan edukasi. Melalui pelatihan dapur umum ini, kami memberikan pemahaman pengelolaan logistik bagi masyarakat terdampak,” ujar Reza Yulian, perwakilan kegiatan.

Dalam simulasi tersebut, peserta diajarkan standar teknis operasional dapur umum yang ideal. Secara manajerial, satu unit dapur umum desa yang tangguh harus mampu menyediakan minimal 300 hingga 500 porsi makanan dalam sekali masak untuk menjamin kecepatan distribusi. Standar ini meliputi pembagian zona kerja yang ketat: area pembersihan bahan, area pengolahan, hingga area distribusi yang higienis. Dengan standar kapasitas ini, desa dapat merespons kebutuhan logistik warga terdampak secara cepat dalam rentang waktu krusial di bawah 6 jam setelah bencana terjadi.

Bagi Gen Z dan relawan muda yang hadir, praktik di dapur umum ini memberikan perspektif baru bahwa penanggulangan bencana memerlukan manajemen yang terstruktur. Pelatihan ini melatih kecepatan, kebersihan, dan efisiensi dalam menyediakan konsumsi bagi banyak orang di kondisi darurat—sebuah skill yang sangat vital bagi desa-desa tangguh bencana di Indonesia.

Andik Minarto, S.Pd., Kepala Sekolah Rakyat (SR) yang menjadi mitra kegiatan, menyebut pelatihan ini sebagai bekal jangka panjang. Menurutnya, edukasi ini adalah bentuk “investasi sosial” agar masyarakat mampu bertindak mandiri sebelum bantuan dari otoritas datang. Daging kurban yang dibagikan pun menjadi simbol solidaritas yang mempererat hubungan antara relawan dan warga, memperkuat ekosistem sosial yang solid.

Sinergi antara Dinas Sosial, Tagana, dan Sekolah Rakyat ini membuktikan bahwa Iduladha bisa menjadi pintu masuk edukasi yang efektif. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan, masyarakat kini memiliki bekal untuk menghadapi tantangan alam. Semangat berbagi hari raya kini bertransformasi menjadi semangat berbagi pengetahuan, menjadikan masyarakat Jombang lebih tangguh, peduli, dan siap siaga menghadapi segala situasi di masa depan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 9 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Strategi Koperasi Desa Merah Putih Sawahlunto Menuju Ekonomi Mandiri

2 Juni 2026 - 17:42 WIB

Nilai Pancasila Jadi Fondasi Pembangunan Desa Sumbar

2 Juni 2026 - 14:35 WIB

Dugaan Intimidasi Ketua APDESI Jabar di Pebayuran Bekasi

2 Juni 2026 - 09:30 WIB

Sinergi Ranah Rantau Lahirkan Rumah Tahfiz Tanah Datar

1 Juni 2026 - 22:12 WIB

Dampak Ekonomi Turnamen Sepak Bola bagi Solok

31 Mei 2026 - 20:50 WIB

Dugaan Intimidasi Lurah di Bekasi, Polres Bertindak Tegas

31 Mei 2026 - 09:55 WIB

Trending di RAGAM