Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 26 Mei 2026 15:42 WIB ·

Dana Rp100,1 Triliun Pacu Pemulihan Pascabencana Desa Sumbar


					Dana Rp100,1 Triliun Pacu Pemulihan Pascabencana Desa Sumbar Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, membawa angin segar bagi ratusan nagari dan desa yang luluh lantak akibat bencana. Pemerintah Pusat resmi mengetok anggaran raksasa sebesar Rp100,1 triliun untuk mempercepat proyek pemulihan pascabencana desa sumbar serta wilayah lain di Sumatera selama tiga tahun ke depan (2026–2028). Langkah strategis ini menjadi secercah harapan bagi masyarakat pelosok yang selama ini terisolasi akibat infrastruktur jalan dan jembatan desa yang hancur dihantam bencana alam.

Kepastian kucuran dana ini diperoleh Mahyeldi saat menghadiri rapat koordinasi bersama Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (25/5/2026). Mahyeldi menegaskan bahwa kebijakan ini adalah bentuk komitmen nyata pusat untuk memulihkan sendi-sendi kehidupan di daerah, terutama wilayah pedesaan terdampak yang sedang berjuang keras untuk bangkit.

“Alhamdulillah, Pemerintah Pusat memberikan perhatian besar. Ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat dan daerah-daerah yang sedang berupaya bangkit,” ujar Mahyeldi.

Bagi desa-desa di Sumbar, sokongan dana ini tidak hanya soal memperbaiki beton jalan yang belah, melainkan tentang menyambung kembali urat nadi ekonomi petani dan memastikan warga desa segera mendapatkan hunian tetap yang layak.

Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas, Tito Karnavian, merinci bahwa dari total Rp100,166 triliun tersebut, pemerintah mengalokasikan Rp38,9 triliun pada tahun 2026 ini. Selanjutnya, disusul Rp32,9 triliun pada 2027, dan Rp28,2 triliun pada 2028. Alokasi terbesar disalurkan lewat Kementerian Pekerjaan Umum untuk pemulihan akses publik, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk membangun pemukiman warga desa yang hilang.

Pemprov Sumbar yang didampingi Wakil Gubernur Vasko Ruseimy dan jajaran kepala dinas terkait menyatakan siap bersinergi penuh. Mahyeldi berharap pembentukan Satgas lintas kementerian ini membuat birokrasi pemulihan pascabencana desa sumbar berjalan tepat waktu dan tepat sasaran tanpa sekat koordinasi yang berbelit, demi mengembalikan layanan dasar masyarakat desa secara normal.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lingkaran Setan Pesisir Meranti: Mengapa Kursi Kepala Desa Sepi Peminat?

14 Agustus 2026 - 15:37 WIB

Cegah Stunting, Posyandu Mawar Balitata Kawal Tumbuh Kembang Balita

12 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Menggarami Lautan Lunang: Kritik Perda Bencana & Siasat APBDes

12 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Dukung Sport Tourism, BOM Run 2026 Dongkrak Sektor UMKM Padang

9 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Sinergi Antardesa: Cara Budi Prasetyawan Hidupkan Ekonomi Warga

8 Agustus 2026 - 01:33 WIB

Menjual Asa di Atas Kertas Birokrasi Desa

30 Juli 2026 - 15:42 WIB

Trending di RAGAM