Jakarta [DESA MERDEKA] – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan dan Satyalancana Wira Karya Tahun 2025 kepada delapan insan PLN Group atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam pembangunan sektor energi nasional. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Pemberian tanda kehormatan ini menjadi bentuk apresiasi negara kepada individu yang dinilai berjasa besar dalam pembangunan nasional, khususnya melalui inovasi, pengabdian, dan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan energi Indonesia. Penghargaan juga menjadi simbol pengakuan atas loyalitas, ketekunan, dan profesionalisme insan PLN dalam menjalankan tugas di berbagai lini pelayanan dan pembangkitan listrik nasional.
Dalam sambutannya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, BUMN sektor energi, dan seluruh insan ketenagalistrikan untuk menerjemahkan visi besar Presiden Prabowo Subianto ke dalam program nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
“Kita harus mampu menerjemahkan kebijakan-kebijakan yang bisa diimplementasikan sesuai dengan apa yang diarahkan dan apa yang menjadi program Bapak Presiden,” ujar Bahlil.
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para pegawai PLN yang menerima penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan ini bukan hanya milik individu, melainkan representasi semangat seluruh keluarga besar PLN dalam menjaga terang bagi negeri.
“Anugerah ini adalah kehormatan bagi seluruh keluarga besar PLN. Ini merupakan buah dari semangat pengabdian dan inovasi tanpa lelah yang dilakukan insan PLN untuk menghadirkan terang hingga ke ujung negeri,” kata Darmawan.
Ia menambahkan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi PLN untuk terus memperkuat transformasi perusahaan, khususnya dalam mendukung agenda ketahanan dan swasembada energi nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
PLN juga berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai kekuatan utama perusahaan dalam menghadapi tantangan transisi energi dan percepatan menuju kemandirian energi nasional. Menurut Darmawan, pengembangan kompetensi pegawai menjadi kunci dalam mewujudkan sistem energi yang andal, modern, dan berkelanjutan.
“Penghargaan ini menegaskan bahwa setiap tetes keringat dan inovasi yang kita dedikasikan hari ini adalah fondasi utama bagi kemandirian energi nasional di masa depan,” ujarnya.
Adapun penerima Satyalancana Wira Karya terdiri dari Ardi Nugroho, Rahmat Riyadi, Muhammad Syaifuddin, Herowiko Thama Nurahman, Prima Galih Pratama, dan Agung Suharwanto. Mereka dinilai berhasil menghadirkan inovasi dan kontribusi signifikan di bidang teknologi pembangkitan, pelayanan pelanggan, hingga efisiensi operasional pembangkit listrik.
Sementara penerima Satyalancana Pembangunan adalah Tonny Bellamy dan Muhamad Ilham yang dinilai berjasa dalam penguatan manajemen risiko strategis serta perencanaan dan pengendalian produksi kelistrikan nasional.
Sebagai BUMN ketenagalistrikan, PLN terus menjalankan agenda Transformasi 2.0 dengan fokus pada digitalisasi, pengembangan energi bersih, dan penguatan pelayanan pelanggan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia dan memperkuat posisi PLN sebagai perusahaan energi kelas dunia.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.