Jakarta [DESA MERDEKA] – Kabar baik bagi tata kelola bantuan sosial di pelosok nusantara. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mendorong setiap desa wajib memiliki operator data khusus guna memperkuat pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi warga desa yang berhak namun terlewat dari radar bantuan pemerintah.
Keterlibatan perangkat desa dan petugas lapangan menjadi harga mati dalam penyempurnaan DTSEN. Data kini bergerak dari bawah ke atas melalui jalur resmi yang partisipatif. Gus Ipul menegaskan, mulai tahun ini data tersebut akan dikelola langsung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) guna menghindari praktik “otak-atik data” yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat.
Sekolah Rakyat: Akselerasi Pendidikan Warga Desa
Selain pembenahan data, fokus pembangunan desa juga diarahkan pada penjangkauan siswa Sekolah Rakyat. Program ini memprioritaskan anak-anak desa yang terdata pada desil 1-2 DTSEN. Menariknya, sekolah ini menerapkan sistem multi entry multi exit. Melalui asesmen kemampuan, seorang siswa bisa langsung masuk ke kelas yang sesuai tanpa harus mengulang dari kelas satu.
“Kita asesmen terlebih dahulu sesuai kemampuan mereka masing-masing,” jelas Gus Ipul. Inovasi ini memungkinkan warga desa yang putus sekolah untuk lulus lebih cepat. Terbukti, tahun ini terdapat 453 lulusan pertama dari berbagai jenjang pendidikan.
Infrastruktur Pendidikan Siap Operasi Juni 2026
Komitmen pemerintah untuk mendekatkan akses pendidikan ke desa-desa di daerah penyangga ditunjukkan dengan pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Sampang dan Deli Serdang. Proyek ini ditargetkan rampung dan siap beroperasi penuh pada Juni 2026 mendatang.
Melalui sistem data yang lebih jujur dan akses sekolah yang fleksibel, desa diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan secara sistematis. Sinergi antara operator data desa dan pendamping lapangan menjadi jembatan utama bagi warga kurang mampu untuk mendapatkan intervensi negara yang seharusnya.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.