Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 29 Mar 2026 12:40 WIB ·

Gebrakan Camat Ricky: Pesta Rakyat Tabuliti Satukan Warga Suwawa


					Gebrakan Camat Ricky: Pesta Rakyat Tabuliti Satukan Warga Suwawa Perbesar

Bone Bolango, Gorontalo [DESA MERDEKA] – Tradisi Lebaran Ketupat di Suwawa Selatan mencapai puncaknya melalui gelaran “Gebyar Ketupat” yang memadukan khidmatnya syukuran dengan kemasan panggung modern. Bertempat di kediaman Camat Suwawa Selatan, Ricky Roman Wartabone, acara bertema Silaturahmi Tabuliti The Aroman’s Tanpa Batas ini sukses menyedot perhatian ribuan warga dari berbagai desa di Bone Bolango, Sabtu (28/3/2026).

Acara ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang silaturahmi generasi Wartabone yang berakar pada Gunung Tabuliti. Menariknya, seluruh kemeriahan yang menghadirkan Astovera Band hingga berbagai lomba rakyat ini diselenggarakan secara gratis bagi masyarakat, dengan pendanaan yang bersumber dari dana pribadi sang Camat didukung Kaka Management.

Filantropi dan Jiwa Seni Sang Camat
Keputusan Ricky Roman Wartabone untuk menguras kantong pribadi demi pesta rakyat didasari oleh jiwa seni yang mendarah daging. Baginya, kesuksesan acara sosial, budaya, dan keagamaan adalah bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat wilayah Suwawa Selatan dan sekitarnya.

“Kami tetap sukseskan acara ini karena jiwa seni yang sudah mendarah daging, meski menggunakan dana pribadi,” ungkap Ricky. Ia berharap Kaka Management dan Tabuliti dapat terus memberikan kontribusi berkelanjutan bagi kegiatan sosial dan budaya di wilayah Bone Bolango ke depannya.

Magnet Pemersatu Pemuda Desa
Antusiasme warga terlihat dari penuhnya alun-alun Suwawa sejak lampu panggung mulai menyala. Lomba-lomba ikonik seperti panjat pinang dan lari karung menjadi magnet yang menghangatkan suasana malam yang sejuk. Tokoh pemuda dari Desa Libungo, Ronal Djamalu, bahkan mengakui bahwa kemasan acara ini sangat efektif dalam menyatukan warga.

Gebyar Ketupat 1447 H ini membuktikan bahwa nilai-nilai kekeluargaan di perdesaan tetap kokoh ketika dikemas dengan sentuhan modern. Cahaya panggung dan tawa warga menjadi saksi suksesnya penutup rangkaian Idulfitri yang penuh kesan di tanah Gorontalo.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 126 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menghirup Asap, Menghitung Selisih Bantuan di Karang Mulya

13 Oktober 2026 - 23:49 WIB

Retak Rumah Tangga Minang dan Tumpulnya Taji Adat

10 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Galodo Arosuka: Bantuan Perantau S3 dan Realita Ratusan Korban

6 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Darurat Kasus Kekerasan Seksual: Mengapa Jalur Damai Melanggar UU TPKS?

4 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Menggugat Alarm Mitigasi dari Hulu Nagari

2 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Layanan Kesehatan Gratis KAI Dekatkan Medis Warga Bumiayu

16 September 2026 - 12:21 WIB

Trending di SOSBUD