Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

JALAN JAJAN · 27 Mar 2026 08:07 WIB ·

Stasiun Tuntang: Saat Kereta Tua Hidupi Ekonomi Desa


					Stasiun Tuntang: Saat Kereta Tua Hidupi Ekonomi Desa Perbesar

Tuntang, Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Stasiun Tuntang tidak lagi sekadar perhentian kereta api tua yang sunyi. Di tangan pengelola dan warga lokal, bangunan bersejarah sejak tahun 1930 ini bertransformasi menjadi panggung ekonomi kreatif desa. Konsep “budaya lokal tempo dulu” sengaja diangkat untuk menyelaraskan usia stasiun yang uzur dengan napas kehidupan warga sekitar.

Hasil pertanian warga dan kuliner tradisional kini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara maupun domestik. Bukan sekadar pemandangan, para pengunjung disuguhi pengalaman autentik: menikmati rebusan palawija segar sambil mendengarkan harmoni musik tradisional Gejog Lesung yang ikonik.

Pasar Palawija di Jalur Nostalgia
Pengelola Stasiun Tuntang, Alex, mengungkapkan bahwa pemilihan konsep budaya lokal bertujuan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa. Di sini, warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor utama yang menjajakan buah-buahan dan makanan lawas yang kini sulit ditemukan di kota besar.

Langkah ini terbukti efektif menarik minat wisatawan, termasuk turis asing. Pemanfaatan area stasiun sebagai ruang publik untuk menjual hasil bumi adalah solusi cerdas dalam memotong jalur distribusi pertanian, sehingga petani lokal mendapatkan keuntungan langsung yang lebih besar.

Musik Lesung dan Romantisme Sejarah
Visual dan audio di Stasiun Tuntang dirancang untuk membawa pengunjung kembali ke masa silam. Alunan musik Gejog Lesung—musik tradisional yang lahir dari aktivitas menumbuk padi—menjadi identitas kuat yang membedakan Tuntang dengan stasiun wisata lainnya.

Dengan kapasitas yang mampu menampung banyak pengunjung, stasiun ini kini berfungsi sebagai etalase budaya desa. Integrasi antara sejarah kereta api, musik tradisional, dan panganan lokal menciptakan “romantisme sejarah” yang mampu menghidupkan kembali denyut ekonomi pedesaan di jalur rel tua.

https://youtu.be/G3qGytE-x9A?si=euUh1J0xvKYmJDc0

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Wisata Heritage Ambarawa Jadi Magnet Baru Ekonomi Desa

27 Juli 2026 - 19:37 WIB

Nagari Anduriang Siap Jadi Destinasi Wisata Halal Unggulan

15 Juni 2026 - 08:54 WIB

Pasar Kampung Samiler: Branding Unik Desa Wisata Wonosunyo

15 Juni 2026 - 07:42 WIB

Satu Abad Jam Gadang, Momen Kebangkitan Wisata Minang

30 Mei 2026 - 05:43 WIB

Paket Wisata Hotel Mewah Wajib Gandeng Desa Wisata

17 Mei 2026 - 21:31 WIB

Mentawai: Menata Surga Dunia Agar Desa Tak Terpinggirkan

13 Mei 2026 - 09:40 WIB

Trending di JALAN JAJAN