Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

DESA · 24 Mar 2026 09:10 WIB ·

Sleman Jadi Pionir: Sawit Masuk Desa Wisata Mandiri


					Sleman Jadi Pionir: Sawit Masuk Desa Wisata Mandiri Perbesar

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta [DESA MERDEKA] Desa Wisata Pentingsari, Sleman, kembali membuat gebrakan. Bukan sekadar menawarkan pemandangan alam, desa wisata mandiri yang mencatat 32 ribu kunjungan pada 2025 ini kini bertransformasi menjadi pusat inovasi produk turunan kelapa sawit. Melalui kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Haisawit Indonesia, kelapa sawit kini hadir di kamar-kamar homestay dalam bentuk lilin aromaterapi, sandal, hingga kerajinan taplak meja yang estetik.

Program bertajuk “Dukungan UMKM Sawit untuk Desa Wisata” yang digelar Senin (23/3/2026) ini membuktikan bahwa sawit bukan hanya milik industri besar, melainkan bisa menjadi napas baru bagi ekonomi kreatif di tingkat desa.

Mengubah Stigma Menjadi Peluang Ekonomi
Selama ini, masyarakat awam mungkin hanya mengenal sawit sebatas minyak goreng. Namun, di tangan UMKM Sleman, komoditas penyumbang devisa non-migas ini diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Kepala Divisi Kerja Sama BPDP, Helmi Muhansyah, menegaskan bahwa dana sawit yang dikelola kini dikembalikan ke rakyat dalam bentuk pemberdayaan.

“Kami ingin menunjukkan sisi positif sawit dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi sawit dengan sektor pariwisata desa menciptakan nilai tambah yang manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh warga,” ujar Helmi. Strategi ini menyasar penguatan rantai pasok, mulai dari koperasi petani hingga ke meja pameran suvenir wisata.

Haisawit: Jembatan Digital Menuju Pasar Global
Haisawit Indonesia hadir sebagai motor penggerak digital dalam ekosistem ini. Direktur Haisawit Indonesia, M. Danang MRQ, menjelaskan bahwa platformnya tidak hanya mengedukasi, tetapi juga mempertemukan pelaku UMKM desa dengan sektor industri dan perhotelan.

“Kami tidak hanya bicara produksi, tapi strategi pasar. Kami mempertemukan UMKM dengan hotel untuk memastikan produk turunan sawit seperti sabun dan kerajinan tangan memiliki pembeli tetap,” ungkap Danang. Melalui program seperti Palm Oil Career Expo, Haisawit berupaya memastikan anak muda desa memiliki jenjang karier di industri hijau ini.

Sleman: Rumah bagi 100 Ribu UMKM
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Dengan 81 desa wisata yang ada, Sleman telah memiliki sistem pendataan lebih dari 100 ribu pelaku UMKM. Sekretaris Dinas Pariwisata Sleman, Erny Maryatun, menyebut Pentingsari sebagai motor penggerak ekonomi yang ideal untuk proyek percontohan ini.

Pemerintah daerah pun telah menyediakan “Klinik UMKM” untuk mendampingi para perajin sawit dalam hal legalitas dan pengembangan usaha. Dengan sinergi antara teknologi digital Haisawit, pendanaan BPDP, dan kemandirian Desa Pentingsari, sawit kini bukan lagi komoditas yang “jauh” di seberang pulau, melainkan sahabat baru bagi pariwisata Yogyakarta.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Karang Taruna Vakum: Pemuda Tempok Cari Sosok Motor Penggerak

1 Mei 2026 - 23:08 WIB

Sinergi Pintu Air: Cara Desa Slempit Merawat Harapan Tani

1 Mei 2026 - 21:09 WIB

Urus Surat Lewat WA: Revolusi Pelayanan Desa Panggung

1 Mei 2026 - 19:14 WIB

Simalungun Gaji Kepala Desa Berdasarkan Kinerja, BPD Jadi Penentu

1 Mei 2026 - 15:57 WIB

Partisipasi Perempuan Bantarjaya Perkuat Fungsi Pengawasan Desa

29 April 2026 - 20:33 WIB

Jalan Baru Desa Sebongkuh: TNI dan Rakyat Bersatu

29 April 2026 - 04:10 WIB

Trending di DESA