Opini [DESA MERDEKA] – Deddi Ajir
Di tengah situasi ekonomi nasional yang dinamis pascapandemi—ditandai fluktuasi harga, penyesuaian daya beli, serta dorongan investasi daerah—Sumatera Barat menghadapi momen penting untuk menilai kembali arah pembangunannya. Pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah ekonomi tumbuh, melainkan seberapa kuat fondasi pertumbuhan itu menopang masa depan.
Lima tahun terakhir menjadi masa krusial bagi Sumatera Barat. Sejak terpukul pandemi pada 2020, daerah ini perlahan bangkit. Namun, jika dicermati lebih dalam, kemajuan itu tidak sepenuhnya melaju cepat. Ia bergerak dengan langkah yang sangat hati-hati.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada 2020, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat sempat terkontraksi hingga -1,6 persen akibat pandemi global. Fase sulit tersebut tidak berlangsung lama; memasuki 2022, ekonomi mulai bangkit dengan pertumbuhan sekitar 4,4 persen, lalu stabil di angka 4,3 persen pada 2023 dan 2024. Hal ini membuktikan fondasi ekonomi daerah cukup tahan terhadap guncangan.
Meski demikian, pada 2025 pertumbuhan kembali melambat menjadi sekitar 3,37 persen (angka sementara). Pemulihan memang terjadi, tetapi belum cukup kencang untuk mendorong lompatan besar. Secara makro, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp352,19 triliun dengan PDRB per kapita Rp59,55 juta. Angka ini menunjukkan aktivitas ekonomi tetap tumbuh, namun belum sepenuhnya merata dan produktif.

Kualitas Manusia: Modal Besar yang Melaju Pesat
Di sisi lain, kualitas manusia di Sumatera Barat justru mengalami kemajuan pesat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari sekitar 72 pada 2020 menjadi 77,27 pada 2025. Menurut standar United Nations Development Programme (UNDP), angka tersebut sudah masuk kategori tinggi. Artinya, masyarakat memiliki akses pendidikan, layanan kesehatan, dan standar hidup yang semakin baik.
Di titik inilah muncul fenomena menarik sekaligus menantang: ketika ekonomi bergerak stabil namun cenderung melambat, kualitas manusia justru meningkat tajam. Sumatera Barat sedang menguat dari dalam, tetapi belum didorong oleh mesin ekonomi yang tangguh.
Ekonomi: Stabil, tetapi Belum Kuat
Kondisi ini tidak terlepas dari struktur ekonomi Sumatera Barat yang masih didominasi sektor jasa dan konsumsi. Sektor industri pengolahan memang mulai berkembang, tetapi belum menjadi tulang punggung utama. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi berada di zona aman, namun sulit melesat tinggi. Tanpa dorongan industrialisasi dan penguatan sektor produksi, ekonomi daerah berisiko jalan di tempat.
Paradoks: SDM Maju, Ekonomi Tertinggal
Kemajuan sumber daya manusia (SDM) belum berdampak linier terhadap ekonomi daerah. Banyak tenaga terdidik justru berkembang di luar Sumatera Barat karena peluang ekonomi domestik yang terbatas. Inilah paradoks pembangunan: kualitas manusia meningkat, tetapi kapasitas ekonomi belum mampu mengikuti. Jika dibiarkan, Sumatera Barat bisa terjebak dalam stagnasi—tidak tertinggal, tetapi juga tidak benar-benar maju.
Arah Strategis ke Depan
Ke depan, Sumatera Barat perlu menghubungkan kekuatan manusia dengan kekuatan ekonomi melalui tiga langkah strategis:
- Hilirisasi Potensi Lokal: Mengembangkan industri berbasis pertanian olahan, kuliner, dan ekonomi kreatif.
- Investasi Padat Karya: Membuka ruang investasi yang mampu menyerap tenaga kerja terdidik secara massal.
- Optimalisasi Peran Perantau: Memperkuat hubungan dengan perantau tidak hanya dalam bentuk remitansi, tetapi juga investasi modal dan pengetahuan.
Penutup
Kemajuan Sumatera Barat dalam beberapa tahun terakhir adalah fakta, namun belum utuh. Kualitas manusia sudah berada di jalur yang tepat, tetapi ekonomi masih mencari tenaga pendorongnya. Hari ini, Sumatera Barat tidak tertinggal, tetapi juga belum berlari kencang. Ia sedang berjalan pelan, tapi pasti. Pertanyaannya sekarang: apakah kita siap mempercepat langkah itu?
(DA)
Saya seorang pensiuan berpengalaman di bidang pemerintahan dengan kemampuan analisis dan komunikasi yang baik. Terbiasa bekerja secara tim maupun mandiri, saya selalu berkomitmen memberikan hasil terbaik dan terus belajar untuk berkembang.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.