Dari Ujung Selayar yang Berbatasan Laut Flores, Silaturahmi Sekolah Menguatkan Pendidikan Karakter
Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan [DESAMERDEKA] – Di ujung timur Kabupaten Kepulauan Selayar, tepatnya di Kecamatan Pasimarannu, pendidikan bukan sekadar urusan papan tulis dan buku teks. Jarak tempuh berjam-jam melalui jalur laut menuju ibu kota kabupaten tidak menyurutkan semangat UPT SDI Sambali No.135 untuk membangun benteng karakter siswa. Melalui momentum buka puasa bersama (bukber), sekolah ini berhasil mengubah ruang kelas sederhana menjadi ruang silaturahmi yang merekatkan hubungan antara guru, siswa, dan orang tua.
Kegiatan bukber ini merupakan penutup dari rangkaian safari Ramadhan yang melibatkan delapan sekolah dasar di daratan Pasimarannu. Di wilayah yang berbatasan langsung dengan Laut Flores ini, kolaborasi antara sekolah dan keluarga adalah kunci utama dalam membimbing anak-anak di tengah keterbatasan geografis.

Kultum dan Keberanian di Ruang Sederhana
Rangkaian kegiatan ini tidak hanya diisi dengan makan bersama. Pengumuman pemenang lomba kultum tingkat sekolah dasar menjadi acara yang paling dinanti. Para siswa diberi panggung untuk menyampaikan pesan keagamaan di depan teman-teman dan orang tua mereka. Bagi anak-anak pulau, pengalaman berbicara di depan umum ini adalah proses belajar krusial untuk memupuk keberanian serta memahami nilai agama sejak dini.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap ukhuwah Islamiyah di antara kita. Melalui kebersamaan, kita dapat membimbing anak-anak menjadi insan yang beriman,” ujar Kepala UPT SDI Sambali No.135, Israwati, S.Pd. Baginya, harmoni antara sekolah dan rumah adalah pondasi pendidikan yang kuat.

Membangun Manusia di Tengah Keterbatasan
Meski fasilitas sekolah di wilayah kepulauan sering kali terbatas, makna pendidikan yang tumbuh di Sambali justru terasa sangat besar. Sekolah telah bertransformasi menjadi ruang untuk membangun kepribadian dan nilai kehidupan. Ketika azan Magrib berkumandang, rasa syukur terpancar dari wajah para peserta yang membatalkan puasa bersama dalam suasana hangat.

Momen sederhana ini menjadi simbol bahwa pendidikan di ujung kepulauan tidak hanya mengejar kecerdasan akademik. Fokus utamanya adalah mencetak generasi muda Pasimarannu yang berkarakter kuat, mampu menjaga persaudaraan, dan tetap teguh meskipun hidup jauh dari pusat hiruk-pikuk perkotaan.


kontributor Desamerdeka.id wilayah Sulawesi Selatan. Aktif meliput isu-isu sosial, pemerintahan desa, dan dinamika pembangunan masyarakat pesisir.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.