Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 5 Mar 2026 09:47 WIB ·

Wagub Vasko : Jangan Ada Warga Tercecer dari Data Bencana


					Wagub Vasko : Jangan Ada Warga Tercecer dari Data Bencana Perbesar

Agam, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Keadilan pascabencana bermula dari validitas data. Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, memberikan instruksi keras kepada seluruh jajaran pemerintah, mulai dari dinas teknis hingga perangkat nagari, untuk menyisir ulang data warga terdampak bencana di Kabupaten Agam. Penegasan ini bertujuan agar tidak ada satu pun warga yang kehilangan hak bantuannya akibat kelalaian administrasi.

“Saya minta Pak Wali Nagari pastikan betul datanya. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak terdata. Kita harus adil,” tegas Vasko saat Safari Ramadhan di Masjid Suhada’ Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Selasa (3/3/2026).

Sawah Hilang dan Solusi Lahan
Menanggapi keluhan warga terkait hilangnya lahan sawah akibat terjangan bencana, Wagub menyatakan komitmen pemerintah untuk mencarikan solusi ruang. Pemerintah Provinsi Sumbar berupaya membangun kembali area persawahan yang rusak, dengan catatan ketersediaan lahan pengganti yang memadai.

Vasko menjelaskan bahwa anggaran pemulihan ekonomi dari pemerintah pusat sudah siap dikucurkan. Namun, validitas data lapangan menjadi syarat mutlak agar bantuan Rp7,9 triliun yang diajukan Pemerintah Kabupaten Agam dapat segera direalisasikan tanpa kendala birokrasi.

Klarifikasi Listrik dan Hunian Tetap
Dalam dialog terbuka tersebut, Vasko juga langsung mengklarifikasi persoalan tagihan listrik warga terdampak. Ia memastikan adanya bantuan operasional listrik sebesar Rp100 ribu per minggu per blok dan meminta warga mengonfirmasi hal ini kepada pihak PLN setempat.

Di sisi lain, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah ketersediaan lahan untuk pembangunan hunian tetap (Huntap). Mengingat kerusakan di Salareh Aia cukup masif, sinergi antara Pemkab dan Pemprov terus dipacu agar warga tidak terlalu lama berada di ketidakpastian.

Masjid Suhada’: Simbol Resiliensi Warga
Meski menjadi saksi bisu kedahsyatan bencana, Masjid Suhada’ tetap berdiri kokoh dan kini kembali menjadi pusat aktivitas ibadah. Sebagai bentuk dukungan, Wagub menyerahkan bantuan total Rp50 juta untuk perbaikan masjid, bantuan Al-Qur’an, serta paket sembako dan perlengkapan ibadah dari BPBD dan Baznas Sumbar.

Vasko menutup arahannya dengan apresiasi tinggi bagi para relawan dan masyarakat yang terus bergotong royong. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua harus bergerak bersama agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Reformasi Birokrasi Sumbar: Kualitas Pelayanan Publik Kini Naik Kelas

30 Mei 2026 - 07:50 WIB

Sapi ‘Monster’ Limosin 1,05 Ton Kiriman Presiden Prabowo Tiba di Tulungagung

26 Mei 2026 - 16:46 WIB

Satlinmas Nagari Garda Amankan Pembangunan Desa Sumatera Barat

25 Mei 2026 - 20:57 WIB

Cetak Miliarder Digital Desa Lewat Nagari Creative Hub Sumbar

25 Mei 2026 - 20:49 WIB

Bupati Erwin Burase Pacu Kemandirian UMKM Desa Parigi Moutong

24 Mei 2026 - 22:02 WIB

Diaspora Minang Ditantang Bangun Kemandirian Nagari Sumbar

24 Mei 2026 - 21:59 WIB

Trending di PEMDA