Agam, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Menghindari ancaman lumpuh total akibat kemacetan saat Lebaran 2026, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, melakukan aksi gerak cepat. Hanya berselang beberapa jam usai rapat koordinasi bersama Menteri Perhubungan, ia langsung terjun ke lapangan untuk membedah kesiapan jalur alternatif Malalak dan Lembah Anai, Kamis (26/2/2026).
Langkah ini diambil mengingat jalur utama Sitinjau Lauik diprediksi akan mengalami kepadatan ekstrem akibat proyek flyover. Gubernur menegaskan bahwa pemulihan jalur pascabencana akhir tahun lalu menjadi prioritas agar pemudik memiliki pilihan rute yang aman dan layak.
“Jalur alternatif harus siap sekarang. Beban kendaraan tahun ini akan jauh lebih tinggi, sementara kapasitas jalan kita masih dalam tahap pemulihan,” ujar Mahyeldi di sela peninjauan di Kabupaten Agam.
Optimalisasi Malalak dan Lembah Anai
Jalur Malalak diproyeksikan menjadi “katup penyelamat” untuk mengurai kepadatan rute Padang–Bukittinggi. Meskipun perbaikan menunjukkan progres signifikan, Gubernur mengingatkan bahwa rute ini sementara hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan mobil pribadi karena adanya titik rawan longsor.
Sementara itu, untuk ruas ikonik Lembah Anai, Pemprov Sumbar mendesak PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) mempercepat pengerjaan. Targetnya, pada H-7 Lebaran, jalur ini sudah harus bisa difungsikan penuh selama 24 jam guna memecah arus kendaraan agar tidak menumpuk di satu titik saja.
Skema One Way dan Posko Darurat
Selain kesiapan fisik, Dinas Perhubungan Sumbar telah menyiapkan skema lalu lintas ketat. Sistem satu arah (one way) berbasis waktu direncanakan akan berlaku pada jam puncak untuk meminimalisir kemacetan horor.
Rencana Jadwal Sistem One Way:
- Padang–Bukittinggi: Pukul 10.00 – 14.00 WIB.
- Bukittinggi–Padang: Pukul 14.00 – 18.00 WIB.
“Keputusan final skema ini akan dibahas bersama pihak kepolisian. Kami juga akan menambah posko pengamanan di titik rawan bencana untuk mempercepat respons gangguan,” tambah Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedi Diantolani.
Aksi cepat dari ruang rapat ke aspal jalanan ini mengirimkan sinyal kuat bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serius menjamin kelancaran arus mudik 2026, sekaligus memastikan keselamatan warga di tengah tantangan pemulihan infrastruktur pascabencana.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.