Klaten, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Embung Desa Gemblegan di Kecamatan Kalikotes, Klaten, kini tak lagi sekadar menjadi tempat memancing musiman. Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Paiman Raharjo, mendorong transformasi radikal dengan mengubah aset air bersih tersebut menjadi unit usaha penyulingan air mineral melalui BUMDes.
Langkah ini dinilai sebagai strategi cerdas untuk mengonversi keunggulan geografis menjadi pundi-pundi Pendapatan Asli Desa (PADesa). Berbeda dengan embung pada umumnya yang menyusut saat panas terik, air di Embung Gemblegan terbukti tetap melimpah dan bersih meski di tengah musim kemarau.
“Kondisinya sangat bagus. Nantinya potensi ini bisa dimaksimalkan untuk pembuatan penyulingan air mineral. Nama produknya bisa ‘Air Berkah’, ‘Aquades’, atau membawa identitas lokal ‘Kalikotes’,” ujar Paiman saat meninjau lokasi, Jumat (28/7).
Memutus Ketergantungan pada Dana Desa
Sudut pandang menarik yang ditekankan Wamendes adalah pentingnya desa “bermental pengusaha”. Selama ini, BUMDes Gemblegan baru memanfaatkan embung untuk kegiatan pemancingan yang jadwalnya belum rutin. Dengan beralih ke industri pengolahan air, desa akan memiliki aliran pendapatan (revenue stream) yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Untuk mewujudkannya, Paiman menyarankan pemerintah desa tidak bergerak sendiri. Ia mendorong kolaborasi dengan investor lokal, terutama para pengusaha yang berasal dari wilayah Kalikotes, untuk menanamkan modal dalam menggali potensi yang selama ini terpendam.
“Kades, Camat, dan seluruh perangkat desa harus inovatif. Jangan hanya menunggu, tapi jemput bola dengan kreativitas untuk memanfaatkan aset yang ada,” tegas Rektor Universitas Moestopo ini.
Dukungan Regulasi dan Pengawasan Dana Desa
Selain meninjau potensi ekonomi, kunjungan ini juga menjadi ajang evaluasi penyerapan Dana Desa. Paiman menyempatkan diri berdialog dengan warga untuk memastikan anggaran negara benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat bawah.
Kementerian Desa PDTT menjanjikan dukungan penuh terhadap rencana inovatif desa, baik dari sisi pendampingan regulasi maupun skema anggaran yang tersedia. Penataan embung ini diharapkan menjadi purwarupa bagi desa-desa lain di Klaten bahwa air bukan hanya untuk irigasi, melainkan bahan baku industri desa yang bernilai jual tinggi.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.