Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Sumatera Barat (Sumbar) kini resmi menyandang status sebagai “kiblat” digitalisasi keuangan di Pulau Sumatera. Tak tanggung-tanggung, tiga penghargaan bergengsi sekaligus dari Bank Indonesia (BI) berhasil diborong oleh pemerintah daerah di wilayah ini, menandakan bahwa era transaksi tunai dalam birokrasi mulai ditinggalkan secara masif.
Dalam ajang Championship TP2DD 2025, Bank Indonesia Award 2025, dan Apresiasi Mitra Pemerintah Kolaboratif, Sumbar muncul sebagai pemain dominan. Prestasi paling mencolok diraih oleh Kota Payakumbuh sebagai peringkat pertama TP2DD Terbaik wilayah Sumatera, diikuti oleh Kabupaten Sijunjung di posisi kedua kategori layanan sistem pembayaran.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar mengejar piala, melainkan bentuk nyata perubahan budaya kerja. “Digitalisasi bukan sekadar tuntutan zaman, tetapi kebutuhan untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih efisien, akuntabel, dan inklusif,” tegas Mahyeldi di Padang, Sabtu (24/1/2026).
Transformasi Ekonomi Digital Tercepat
Pemprov Sumbar sendiri dinobatkan sebagai Pemerintah Provinsi Penggerak Ekonomi Digital Nasional Terbaik Wilayah Sumatera. Gelar ini membuktikan bahwa strategi Pemprov dalam mendorong 19 kabupaten/kota untuk beralih ke kanal pembayaran nontunai dan optimalisasi QRIS telah membuahkan hasil signifikan.
Langkah digitalisasi ini diyakini mampu memangkas birokrasi yang berbelit, meningkatkan transparansi anggaran, serta mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan publik tanpa harus membawa uang tunai.
Kolaborasi yang Membayar Tunai
Kesuksesan ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara pemda dan Bank Indonesia. Kepala Perwakilan BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, memberikan apresiasi khusus melalui penghargaan “Mitra Pemerintah Kolaboratif 2025” kepada Pemprov Sumbar, Kota Padang Panjang, dan Kabupaten Solok.
“Penghargaan ini mencerminkan komitmen kuat dalam memperkuat ekosistem pembayaran serta menghadirkan layanan publik yang inklusif, efisien, dan aman,” ujar Majid Ikram.
Dengan raihan ini, Sumatera Barat mempertegas posisinya sebagai pionir transformasi digital di Indonesia bagian barat. Ke depan, digitalisasi akan menjadi fondasi utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berdaya saing dan merata hingga ke pelosok desa.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.