Tuban, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Paradigma lama yang mencitrakan perangkat desa berkutat dengan tumpukan kertas kini resmi runtuh. Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Tulungagung berhasil membuktikan diri sebagai “mesin penggerak” inovasi digital setelah dianugerahi penghargaan kategori PPDI Sinergitas Terbaik dengan Pemerintah Kabupaten pada ajang Rakordaprov PPDI Jawa Timur di Kabupaten Tuban, Sabtu (24/1/2026).
Penghargaan ini menjadi sorotan karena keberhasilan PPDI Tulungagung dalam menginisiasi Sistem Integrasi Desa Mandiri. Platform ini dinilai revolusioner karena mampu memangkas birokrasi manual yang selama ini menjadi penghambat layanan kependudukan. Tak hanya itu, di bawah kepemimpinan Abdul Fatah, PPDI juga sukses mendorong literasi digital terkait transparansi anggaran serta memperjuangkan advokasi kesejahteraan perangkat desa secara profesional.
Desa Sebagai Subjek Inovasi Digital
Ketua PPDI Tulungagung, Abdul Fatah, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah sinyal kuat bahwa desa kini telah berdaulat secara teknologi. Penghargaan ini bukan sekadar piala, melainkan pengakuan atas pergeseran peran perangkat desa yang kini menjadi ujung tombak ekonomi digital dari level terbawah.
“Ini adalah bukti bahwa desa bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek inovasi. Penghargaan ini milik ribuan perangkat desa di Kabupaten Tulungagung yang tetap terjaga saat warga tidur lelap,” ujar Abdul Fatah, yang juga menjabat sebagai Kaur Kesra Desa Kendal, Kecamatan Gondang tersebut.
Menuju Indonesia Sentris dari Level Akar Rumput
Panel juri Rakordaprov PPDI Jatim melihat bahwa sinergitas yang dibangun PPDI Tulungagung dengan Pemerintah Kabupaten tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh kepastian regulasi bagi para perangkat desa. Kolaborasi ini dianggap sebagai model ideal dalam mewujudkan pembangunan yang bersifat “Indonesia Sentris”, di mana kemajuan dimulai dari wilayah pinggiran.
Pencapaian ini diharapkan mampu memicu semangat transformasi digital di daerah lain. Dengan sistem yang terintegrasi, layanan publik di desa tidak lagi kalah cepat dengan layanan di perkotaan. Sinergi yang solid antara pemerintah pusat, kabupaten, hingga perangkat desa menjadi kunci utama dalam membangun fondasi ekonomi nasional yang kuat dan transparan.

jurnalis yang berusaha menjaga Marwah

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.