Muna, Sulawesi Tenggara [DESA MERDEKA] – Desa Labone di Kecamatan Lasalepa kini menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kemandirian pangan di Kabupaten Muna. Bukan sekadar menanam, Pemerintah Desa Labone melakukan langkah radikal dengan menyulap 10 hektare lahan tidur menjadi ladang jagung kuning produktif guna mendukung program strategis Bupati Muna bertajuk JATI (Jagung, Ternak, dan Ikan).
Kepala Desa Labone, Agus Salim, menegaskan bahwa pemanfaatan kembali lahan produktif yang selama ini terbengkalai adalah kunci untuk mendongkrak ekonomi warga. Langkah ini sudah dimulai sejak tahun 2024 dan diproyeksikan menjadi mesin ekonomi baru yang mampu memutus ketergantungan masyarakat terhadap pangan impor.
“Kami mengolah kembali lahan yang sebelumnya tidak produktif. Fokus kami jelas: meningkatkan pendapatan riil masyarakat sekaligus memperbaiki kualitas hidup mereka melalui produksi pangan lokal,” ungkap Agus Salim dalam keterangannya.
Sinergi JATI: Dari Jagung hingga Ayam Petelur
Strategi Desa Labone tidak hanya berhenti pada sektor tanaman pangan. Melalui alokasi anggaran ketahanan pangan tahun 2025, desa ini melakukan diversifikasi usaha dengan mengembangkan peternakan ayam petelur. Menariknya, program ini sudah mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan.
“Selain jagung, kami mengelola peternakan ayam petelur. Saat ini ayam-ayam tersebut sudah mulai berproduksi. Ini adalah implementasi nyata dari slogan JATI yang dicanangkan Bapak Bupati,” tambah Agus.
Keberhasilan Labone dalam mengintegrasikan pertanian jagung dan peternakan ayam menunjukkan bahwa ketahanan pangan tingkat desa bisa dicapai jika lahan tidur dimanfaatkan secara optimal. Sinergi ini diharapkan menciptakan ekosistem ekonomi sirkular; jagung dapat menjadi bahan pakan ternak, sementara kotoran ternak dapat menjadi pupuk organik bagi lahan jagung.
Investasi Masa Depan dan Ketahanan Lokal
Langkah pemerintah desa ini mendapat respons positif sebagai solusi konkret di tengah ketidakpastian harga pangan nasional. Dengan memiliki stok pangan mandiri seluas 10 hektare, Desa Labone kini memiliki “tabungan” logistik yang kuat untuk warga mereka sendiri.
Agus Salim berharap konsistensi program ini dapat terus terjaga. Baginya, kesejahteraan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan ketersediaan bahan pangan yang cukup di meja makan warga dan adanya sisa hasil produksi yang bisa dijual untuk meningkatkan taraf hidup.
Inisiatif Desa Labone ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Muna untuk berani mengambil risiko mengolah potensi lokal yang selama ini terabaikan.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.