Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

DESA · 17 Jan 2026 08:12 WIB ·

Lahan Tidur Labone Bangkit, Siap Sukseskan Program JATI Muna


					Lahan Tidur Labone Bangkit, Siap Sukseskan Program JATI Muna Perbesar

Muna, Sulawesi Tenggara [DESA MERDEKA] Desa Labone di Kecamatan Lasalepa kini menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kemandirian pangan di Kabupaten Muna. Bukan sekadar menanam, Pemerintah Desa Labone melakukan langkah radikal dengan menyulap 10 hektare lahan tidur menjadi ladang jagung kuning produktif guna mendukung program strategis Bupati Muna bertajuk JATI (Jagung, Ternak, dan Ikan).

Kepala Desa Labone, Agus Salim, menegaskan bahwa pemanfaatan kembali lahan produktif yang selama ini terbengkalai adalah kunci untuk mendongkrak ekonomi warga. Langkah ini sudah dimulai sejak tahun 2024 dan diproyeksikan menjadi mesin ekonomi baru yang mampu memutus ketergantungan masyarakat terhadap pangan impor.

“Kami mengolah kembali lahan yang sebelumnya tidak produktif. Fokus kami jelas: meningkatkan pendapatan riil masyarakat sekaligus memperbaiki kualitas hidup mereka melalui produksi pangan lokal,” ungkap Agus Salim dalam keterangannya.

Sinergi JATI: Dari Jagung hingga Ayam Petelur
Strategi Desa Labone tidak hanya berhenti pada sektor tanaman pangan. Melalui alokasi anggaran ketahanan pangan tahun 2025, desa ini melakukan diversifikasi usaha dengan mengembangkan peternakan ayam petelur. Menariknya, program ini sudah mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan.

“Selain jagung, kami mengelola peternakan ayam petelur. Saat ini ayam-ayam tersebut sudah mulai berproduksi. Ini adalah implementasi nyata dari slogan JATI yang dicanangkan Bapak Bupati,” tambah Agus.

Keberhasilan Labone dalam mengintegrasikan pertanian jagung dan peternakan ayam menunjukkan bahwa ketahanan pangan tingkat desa bisa dicapai jika lahan tidur dimanfaatkan secara optimal. Sinergi ini diharapkan menciptakan ekosistem ekonomi sirkular; jagung dapat menjadi bahan pakan ternak, sementara kotoran ternak dapat menjadi pupuk organik bagi lahan jagung.

Investasi Masa Depan dan Ketahanan Lokal
Langkah pemerintah desa ini mendapat respons positif sebagai solusi konkret di tengah ketidakpastian harga pangan nasional. Dengan memiliki stok pangan mandiri seluas 10 hektare, Desa Labone kini memiliki “tabungan” logistik yang kuat untuk warga mereka sendiri.

Agus Salim berharap konsistensi program ini dapat terus terjaga. Baginya, kesejahteraan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan ketersediaan bahan pangan yang cukup di meja makan warga dan adanya sisa hasil produksi yang bisa dijual untuk meningkatkan taraf hidup.

Inisiatif Desa Labone ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Muna untuk berani mengambil risiko mengolah potensi lokal yang selama ini terabaikan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pesan Cinta untuk Bantarjaya: Ade Deris Siap Bergerak

23 April 2026 - 21:34 WIB

Warga Bantarjaya Mulai Berebut Kursi Aspirasi Lewat BPD

23 April 2026 - 15:11 WIB

Jalan Beton Sigayam: Harapan Baru Ekonomi Petani Batang

23 April 2026 - 08:35 WIB

Dana Desa Situbondo Bermasalah: 16 Desa Terancam Dipolisikan

18 April 2026 - 01:21 WIB

Demokrasi Bantarjaya: Daftar Pemilih BPD Resmi Ditetapkan hari ini

16 April 2026 - 10:58 WIB

Soreang Digital: Strategi Mandiri Lewat Ikan dan AI

11 April 2026 - 03:17 WIB

Trending di DESA