Data Terbaru Bencana Hidrometeorologi Sumbar: Korban Meninggal Capai 234 Jiwa, 95 Orang Hilang
Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dilaporkan telah menelan korban jiwa sebanyak 234 orang meninggal dunia dan 95 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Data terkini per Senin (8/12) pukul 18.00 WIB ini dirilis oleh Pemerintah Provinsi Sumbar melalui Posko Terpadu Kebencanaan Provinsi, dan dapat diakses publik melalui Dashboard Satu Data Bencana Pemprov Sumbar.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, yang juga merupakan ex officio Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mengungkapkan bahwa bencana ini telah berdampak pada 16 kabupaten/kota dan mencakup 50 kecamatan. Total masyarakat yang terdampak mencapai 256.881 jiwa, dengan 24.049 orang terpaksa mengungsi, dan 113 orang mengalami luka-luka.
“Data ini bersumber dari laporan resmi kabupaten/kota terdampak dan masih bersifat sementara. Kami tegaskan data akan terus diperbarui sesuai kondisi terbaru,” ungkap Sekdaprov Sumbar di Padang, Senin (8/12/2025).
Agam Jadi Wilayah Paling Parah
Dari seluruh wilayah yang terdampak, Kabupaten Agam mencatat angka korban paling tinggi. Di Agam, terdapat 151 orang meninggal dunia dan 55 orang lainnya masih hilang. Ribuan warga Agam, sebanyak 5.277 orang, juga dilaporkan mengungsi, dan beberapa di antaranya harus kembali mengungsi akibat intensitas hujan sedang yang kembali turun.
Selain Agam, daerah lain yang mencatat jumlah korban meninggal signifikan adalah:
- Kota Padang Panjang: 17 orang meninggal dan 32 orang hilang.
- Kota Padang: 11 orang meninggal.
- Kabupaten Padang Pariaman: 21 orang meninggal dan 1 orang hilang.
- Kabupaten Pasaman Barat: 4 orang meninggal dan 3 orang hilang.
Puluhan Ribu Mengungsi dan Tiga Daerah Nihil Korban
Secara keseluruhan, wilayah Kabupaten Pesisir Selatan memiliki jumlah masyarakat terdampak terbanyak, yakni 67.875 jiwa, di mana 2.700 orang di antaranya mengungsi. Sementara itu, Kabupaten Pasaman Barat juga mencatat jumlah terdampak yang besar, mencapai 59.959 jiwa, dengan 4.789 orang mengungsi.
Meskipun 16 daerah terdampak, tercatat tiga daerah yang nihil korban (luka, hilang, maupun meninggal dunia), yaitu Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Solok Selatan.
Sekdaprov Arry Yuswandi mengajak masyarakat untuk terus memantau situasi dan memanfaatkan akses informasi yang disediakan pemerintah. Masyarakat dapat mengakses data sementara tentang dampak bencana hidrometeorologi secara terbuka melalui situs resmi Pemprov Sumbar, di mana data akan diperbaharui oleh petugas sebanyak dua kali sehari.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.