Jepara, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Di tangan anak muda yang tepat, ponsel pintar bukan lagi sekadar alat untuk bergulir di media sosial tanpa arah, melainkan senjata ampuh untuk melawan pengangguran. Sudut pandang inilah yang diusung oleh tokoh ulama perempuan, Hindun Anisah, MA, saat menginisiasi workshop content creator bagi generasi milenial di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Bekerja sama dengan Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja Kemenakertrans RI, kegiatan ini diikuti oleh 30 anak muda pilihan dari 12 kecamatan. Dengan rentang usia 19 hingga 27 tahun, mereka didorong untuk mengubah kebiasaan konsumsi konten menjadi produksi karya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Hindun Anisah menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan lagi ketersediaan teknologi, melainkan bagaimana mengedukasi generasi muda agar media sosial menjadi ruang aktualisasi diri dan media bisnis. Menurutnya, potensi Jepara sebagai kota kreatif sangat besar, namun masih banyak pemuda yang belum menyadari bahwa media sosial bisa menjadi lapak promosi dagang dan penyediaan jasa yang menghasilkan keuntungan nyata.
Bukan Sekadar Teori, Langsung Praktik di Tempat
Berbeda dengan pelatihan formal yang kaku, lokakarya ini menerapkan pendekatan learning by doing. Setelah mendapatkan wawasan seputar teknologi informasi, para peserta langsung ditantang membuat konten kreatif menggunakan smartphone masing-masing.
Proses kreatif ini mencakup:
- Penyusunan ide dan narasi konten positif.
- Teknik pengambilan gambar dan penyuntingan video yang menarik.
- Strategi melawan konten negatif melalui counter-content yang inspiratif.
- Presentasi karya kelompok untuk dievaluasi bersama para narasumber.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, di mana diskusi tetap mengalir hangat hingga pukul 17.00 WIB. Mereka tidak hanya belajar teknis, tetapi juga cara membangun komunitas usaha dan perluasan jaringan melalui ekosistem digital.
Membangun Kemandirian dari Genggaman
Hindun berharap, setelah pelatihan ini para peserta tidak berhenti begitu saja. Mereka didorong untuk belajar secara mandiri maupun berkelompok sebagai tindak lanjut dari materi teknis yang telah diberikan. Goal besarnya adalah menciptakan efek domino, di mana lulusan pelatihan ini dapat menjadi contoh bagi teman sebaya mereka dalam memanfaatkan teknologi secara produktif.
“Pelatihan ini adalah titik awal agar mereka memberikan kontribusi positif bagi kemandirian pribadi. Kita ingin menghapus kesan bahwa main HP itu buang-buang waktu,” pungkas Hindun. Dengan bekal keterampilan ini, generasi muda Jepara diharapkan mampu menjawab tantangan krisis lapangan kerja melalui kreativitas digital yang mandiri dan berkelanjutan.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.