Proyek Jalan IJD Blora Dikeluhkan Rusak Jalan Desa, Warga Tuntut Perbaikan
Blora, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Warga Desa Kalangan dan Sambongrejo, Kecamatan Japah, Blora, melayangkan keluhan keras terkait kerusakan jalan desa mereka. Kerusakan ini diduga kuat diakibatkan oleh lalu lintas kendaraan berat dan truk proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun 2025 yang tengah berlangsung di ruas Jalan Japah-Tunjungan. Masyarakat mendesak penanggung jawab proyek segera mengambil tindakan perbaikan karena kondisi jalan, yang sebagian besar berupa paving block dengan batas beban terbatas, kini semakin parah, terutama di musim hujan.
Proyek peningkatan jalan Japah-Tunjungan melalui skema IJD ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total alokasi Rp27,9 miliar. Pembangunan, yang dikerjakan oleh PT Mitra Wardhana, telah dimulai sejak 10 Oktober 2025 dan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2025.
Truk Proyek Picu Kerusakan Paving Sepanjang Dua Kilometer
Kepala Desa Sambongrejo, Siswadi, mengungkapkan bahwa banyaknya keluhan dari masyarakat setempat membuatnya berinisiatif melayangkan surat resmi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora. Namun, Siswadi menyebut jawaban yang diterimanya mengarahkan tanggung jawab penanganan masalah ini kepada pemerintah pusat selaku penanggung jawab proyek IJD.
“Keluhan dari masyarakat sudah banyak yang masuk. Kami sudah surati DPUPR Blora, tetapi jawabannya penanggung jawabnya dari pemerintah pusat,” terang Siswadi pada Minggu, 23 November 2025.
Salah satu warga Desa Sambongrejo, Hana, membenarkan bahwa akses jalan di desanya kini semakin rusak parah. Ia menyoroti bahwa jalan desa yang berstruktur paving block sejatinya hanya dirancang untuk menahan beban terbatas.
“Setahu saya, paving block punya batas kemampuan menahan beban sekitar 3 ton, tergantung kualitas dan lapisan dasarnya. Kalau dilalui alat berat berkali-kali tanpa penguatan struktur bawah, kerusakan seperti ini sulit dihindari,” jelas Hana.
Ia menyebut, kerusakan akibat mobilisasi truk proyek Jalan Japah-Tunjungan ini membentang hingga kurang lebih dua kilometer. Kondisi jalan saat ini ditandai dengan paving yang amblas, retak-retak, dan semakin memburuk saat musim hujan tiba. “Jalan ini merupakan akses utama warga sini. Kami berharap ada penanganan segera, baik saat ini maupun setelah proyek selesai,” tambahnya.
PPK Klaim Sudah Ada Koordinasi dan Perbaikan
Menanggapi keluhan ini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.6 Provinsi Jawa Tengah, Arif Agus Setyawan, mengklaim bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi terkait jalan yang dilintasi oleh kendaraan proyek IJD.
“Minggu lalu sudah koordinasi dengan dinas dan ada perbaikan terhadap jalan tersebut. Nanti kami konfirmasi kembali ke PJ (Penanggung Jawab) di lapangan untuk memastikan tindak lanjutnya,” ujar Arif.
Meskipun PPK mengklaim telah ada koordinasi dan perbaikan, warga Desa Kalangan dan Sambongrejo masih menunggu realisasi perbaikan menyeluruh dan komitmen jelas dari pelaksana proyek IJD. Kerusakan jalan desa ini menimbulkan kekhawatiran karena jalan tersebut merupakan urat nadi aktivitas harian masyarakat, dan kondisinya kini jauh lebih buruk daripada sebelum proyek dimulai.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.