Jakarta [DESA MERDEKA] – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, Dr. Ribka Tjiptaning, melontarkan kritik keras terhadap kondisi sistem kesehatan di Indonesia. Menurutnya, tata kelola kesehatan saat ini telah menyimpang dari amanat UUD 1945 karena terlalu berorientasi pada keuntungan bisnis, alih-alih melayani kebutuhan rakyat.
Hal ini disampaikan Tjiptaning dalam Seminar Hari Keselamatan Pasien Sedunia di Kantor DPP PDI Perjuangan, Rabu (17/9/2025). Ia menekankan bahwa negara memiliki kewajiban untuk menjamin keselamatan seluruh rakyat, bukan menjadikan sektor kesehatan sebagai lahan bisnis.
“Masyarakat kita sangat kecewa dengan dokter-dokter Indonesia,” tegasnya.
Tjiptaning menyoroti sejumlah masalah fundamental yang dianggap membahayakan keselamatan pasien. Salah satunya adalah mahalnya biaya pendidikan kedokteran yang, menurutnya, mendorong para dokter untuk berorientasi pada keuntungan. Selain itu, ia juga mengkritik ketidakmerataan distribusi tenaga kesehatan, yang menyebabkan kesenjangan pelayanan antara wilayah Jawa dan luar Jawa, serta antara perkotaan dan pedesaan.
Menurut Tjiptaning, buruknya pelayanan di fasilitas kesehatan dan rendahnya kualitas pelayanan medik juga menjadi persoalan serius. Ia menuding pemerintah saling lempar tanggung jawab dalam menangani isu-isu tersebut. Komersialisasi sektor kesehatan ini, lanjutnya, adalah akibat dari kebijakan liberalisasi yang dibiarkan oleh Kementerian Kesehatan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, dr. Azharjaya, mengakui bahwa insiden keselamatan pasien di Indonesia masih tinggi. Ia mengungkapkan bahwa 33% dari seluruh laporan insiden pada semester I tahun 2025 disebabkan oleh prosedur pelayanan yang buruk. Pengakuan ini seolah menguatkan kekhawatiran yang disampaikan oleh Ribka Tjiptaning mengenai keselamatan pasien di tanah air.
PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, sistem kesehatan, keselamatan pasien, komersialisasi kesehatan, Kemenkes, kritik politik

Penggiat Desa. Lakukan yang Perlu saja (Prioritas).
Kita Gak perlu memenangkan semua Pertempuran.
Tinggal di Padang Pariaman, Sumatera Barat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.