Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

KORUPSI · 24 Agu 2025 07:35 WIB ·

Noel Tertangkap, Ancaman Nyata bagi Pemberantasan Korupsi Pemerintahan Prabowo


					Wijayanto Samirin – Ekonom Universitas Paramadina: Noel Tertangkap, Ancaman Nyata bagi Pemberantasan Korupsi Pemerintahan Prabowo, Sabtu (23/08/2025) di Jakarta. Perbesar

Wijayanto Samirin – Ekonom Universitas Paramadina: Noel Tertangkap, Ancaman Nyata bagi Pemberantasan Korupsi Pemerintahan Prabowo, Sabtu (23/08/2025) di Jakarta.

Jakarta [DESA MERDEKA] – Penangkapan Immanuel Ebenezer atau Noel, Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang juga aktivis 98, menjadi sinyal bahaya bagi pemerintahan Presiden Prabowo dalam upaya memberantas korupsi.

Menurut ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, Sabtu (23/08/2025) di Jakarta menjelaskan bahwa kasus ini menunjukkan betapa sulitnya memberantas korupsi meskipun Presiden sudah berjanji akan “mengejar koruptor hingga ke Antartika.”

Alih-alih melindungi rakyat, Noel justru memeras mereka dengan menaikkan tarif sertifikat K3 secara drastis, dari Rp275.000 menjadi Rp6 juta. Ironisnya, praktik ini melibatkan ASN hingga pejabat eselon II dan sudah dilakukan sejak bulan pertama Noel menjabat. Kasus ini semakin mengkhawatirkan karena terjadi di saat Kementerian Agama dan Kementerian Komunikasi dan Digital juga sedang diselidiki terkait dugaan korupsi.

Menurut Wijayanto, korupsi di Indonesia sudah mengakar kuat, mengubah “nilai” menjadi “nilai uang” dan membuat segalanya pragmatis. Kondisi ini sangat berisiko bagi program-program besar dan berbiaya tinggi yang dicanangkan Presiden Prabowo, seperti Makan Bergizi Gratis, Kopdes Merah Putih, dan target 3 Juta Rumah. Tanpa birokrasi yang bersih, program-program ini rentan terhadap korupsi sistemik yang dapat memicu masalah ekonomi serius seperti kredit macet.

Wijayanto menegaskan bahwa ada ribuan “Noel” lain di Indonesia yang berpotensi merusak program pemerintah. Oleh karena itu, Presiden Prabowo perlu segera melakukan bersih-bersih internal. Kasus Noel seharusnya menjadi alarm yang harus direspons dengan cepat jika tidak ingin masa depan bangsa terancam.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 137 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Warga Jadi Korban Sengketa Dana Desa Boen dan Nanebot

26 Februari 2026 - 09:10 WIB

Rangkap Jabatan Ilegal, Pendamping Desa di Probolinggo Ditahan Kejaksaan

13 Februari 2026 - 13:37 WIB

Migrain Bendahara Tunda BLT, 35 Warga Lakekun Barat Telantar

9 Februari 2026 - 19:05 WIB

Drama Dana Desa Ogan Ilir: Pejabat Membantah, Warganet “Menyanyi”

8 Februari 2026 - 03:45 WIB

Hakim: “Permufakatan Jahat Kabupaten Kediri”, Kasus Perangkat Desa Memanas

7 Februari 2026 - 14:29 WIB

Ironi BLT Sukabumi: Dana Warga Miskin Jadi Modal Nyaleg

5 Februari 2026 - 00:09 WIB

Trending di KORUPSI