Halmahera Selatan [DESA MERDEKA] — Alokasi Dana Desa (DD) yang seharusnya menjadi motor penggerak pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di tingkat paling dasar, kini kembali disorot tajam di Kabupaten Halmahera Selatan. Kali ini, dugaan penyelewengan Dana Desa menimpa Desa Sengga Baru, Kecamatan Kasiruta Barat, dengan tudingan serius yang dilayangkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Kalesang Anak Negeri Malut (LSM KANe Malut). Lembaga ini menilai bahwa dana yang sejatinya untuk publik tersebut hanya menjadi “lahan kekayaan” bagi Kepala Desa Sengga Baru, La Dedi Aruwais, serta kroninya.
Pernyataan keras tersebut disampaikan langsung oleh Ketua LSM KANe Malut, Risal Sangaji, kepada Desa Merdeka pada Rabu, 2 Juli 2025. Menurut Risal, hasil investigasi menyeluruh yang dilakukan timnya menunjukkan adanya praktik penggunaan Dana Desa yang jauh dari prinsip transparansi dan akuntabilitas. “Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari masyarakat Desa Sengga Baru, Bapak La Dedi Aruwais diduga kuat hanya memperkaya diri dengan adanya Dana Desa,” tegas Risal.
Salah satu contoh konkret dari dugaan penyalahgunaan ini, menurut Risal, adalah dalam pembelian bodi fiber. Program pengadaan yang seharusnya merata dan berpihak kepada seluruh nelayan, justru diprioritaskan hanya kepada sekelompok keluarga dan kerabat dekat Kepala Desa La Dedi Aruwais. Hal ini menimbulkan kecemburuan dan ketidakadilan di tengah masyarakat yang sangat membutuhkan akses terhadap bantuan desa.
Risal Sangaji lebih jauh menjelaskan bahwa sejak dilantik, Kepala Desa Sengga Baru disinyalir tidak pernah menunjukkan transparansi dalam pengelolaan Dana Desa. Akses informasi terkait penggunaan anggaran menjadi sangat minim, bahkan cenderung ditutup-tutupi dari warga. “Bahkan, beberapa item pembangunan fisik yang dibiayai dari Dana Desa tahun 2023 hingga 2024 lalu diduga tidak kunjung selesai atau mangkrak,” ungkap Risal, menunjukkan adanya kejanggalan serius dalam pelaksanaan proyek pembangunan.
Hasil investigasi mendalam LSM KANe Malut menyoroti banyak sekali kejanggalan dalam tata kelola Dana Desa di Sengga Baru. Risal Sangaji menegaskan kembali bahwa Dana Desa di Sengga Baru ini diduga kuat telah dijadikan alat untuk memperkaya diri oleh Kepala Desa La Dedi Aruwais dan kroninya, bukan untuk kemaslahatan masyarakat luas.
Melihat kondisi ini, Risal Sangaji mendesak Bupati Halmahera Selatan, Bapak Hasan Ali Bassam Kasuba, untuk segera mengambil langkah tegas. “Kami mendesak Bupati Halmahera Selatan untuk segera memberhentikan Kepala Desa Sengga Baru dari jabatannya. Kasus ini sudah menjadi perhatian publik di Halmahera Selatan dan membutuhkan ketegasan dari pemerintah daerah,” kata Risal dengan nada serius.
Ancaman aksi nyata pun dilontarkan oleh LSM KANe Malut. Jika Bupati Halmahera Selatan tidak segera menindaklanjuti desakan ini dengan langkah konkret dan cepat, LSM KANe Malut tidak akan ragu untuk menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran, menyuarakan mosi tidak percaya kepada pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas penggunaan Dana Desa bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Halmahera Selatan.
Disclaimer Berita:
Berita ini dibuat berdasarkan hasil investigasi dan pernyataan yang disampaikan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kalesang Anak Negeri Malut (KANe Malut). Tuduhan mengenai dugaan penyelewengan Dana Desa di Sengga Baru masih merupakan dugaan dan belum terbukti secara hukum. Pihak-pihak terkait, termasuk Kepala Desa Sengga Baru, berhak memberikan klarifikasi atau sanggahan atas isi berita ini. Redaksi akan senantiasa menjunjung tinggi prinsip keberimbangan dan keadilan dalam pemberitaan.

Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.