Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

KOPDES MP · 19 Mei 2025 20:16 WIB ·

Koperasi Merah Putih: Peluang Emas Ekonomi Desa?


					Suasana rapat koordinasi daring yang membahas percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih. Perbesar

Suasana rapat koordinasi daring yang membahas percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih.

Jakarta [DESA MERDEKA] Rapat koordinasi virtual yang melibatkan para kepala daerah dan petinggi kementerian baru-baru ini menyoroti sebuah langkah ambisius: percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia. Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 menjadi landasan gerakan ini, yang digadang-gadang sebagai kunci penguatan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam pemaparannya menekankan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari reformasi ekonomi nasional yang lebih besar. Tujuannya tak lain adalah memutus rantai ketimpangan akses permodalan yang selama ini dirasakan oleh masyarakat desa. Ia menyinggung bagaimana fokus pembangunan era Presiden Prabowo kini beralih ke sektor fundamental, terutama pangan, setelah era infrastruktur yang gencar.

Dana fantastis sebesar Rp750 triliun telah disiapkan untuk membangun ekosistem ekonomi desa melalui koperasi ini. Sumber pendanaannya melibatkan Himbara, KUR, hingga alokasi untuk program Makan Bergizi Gratis. Pemerintah optimis, dengan modal dan pendampingan yang tepat, Koperasi Merah Putih akan menjadi motor penggerak UMKM dan menciptakan dua juta lapangan pekerjaan baru di desa.

Lebih dari sekadar wadah simpan pinjam, Koperasi Merah Putih dirancang memiliki unit usaha yang beragam, mulai dari logistik, apotek desa, penyediaan sembako, hingga penyaluran bantuan pemerintah. Pemerintah bahkan akan melibatkan tenaga P3K untuk mendukung pengelolaan koperasi di lapangan.

Namun, tantangan tentu ada. Target pembentukan 80.000 koperasi dalam waktu singkat memerlukan sinergi dan kerja keras dari berbagai pihak, mulai dari tingkat pusat hingga desa. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat desa dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dan pengelolaan koperasi secara transparan dan akuntabel. Mampukah Koperasi Merah Putih benar-benar menjadi “peluang emas” bagi kebangkitan ekonomi desa? Waktu yang akan menjawab.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Cara KUB Plasma Menjelutung Perdana Lestari Berbagi Berkah

26 Mei 2026 - 13:12 WIB

Seni Mengolah Keterbatasan Menjadi Modal Utama Koperasi Lodoyong

20 Mei 2026 - 12:19 WIB

Modal Integritas: Senjata Rahasia Koperasi Lodoyong Dobrak Pasar

20 Mei 2026 - 06:31 WIB

Kunci Sukses Koperasi Lodoyong: Pilih Figur Pemimpin yang ‘Ceto’

19 Mei 2026 - 19:22 WIB

Siasat Titip Jual Koperasi Lodoyong: Bisnis Minim Modal Hasil Maksimal

19 Mei 2026 - 09:26 WIB

Strategi Hadapi Perang Dagang Akar Rumput Versi Koperasi Lodoyong

18 Mei 2026 - 13:48 WIB

Trending di KOPDES MP