Pekalongan [DESA MERDEKA] – Minggu, 18 Mei 2025, Rumah Baca Pintar Kranji di Kedungwuni, Pekalongan, Jawa Tengah, diselimuti kehangatan dan semangat literasi yang membara. Acara bertajuk “Creative Talk: Proses Kreatif Seorang Penulis” berhasil menghadirkan sosok inspiratif, Aveus Har, seorang cerpenis berbakat yang karyanya, “Istri Sempurna,” dinobatkan sebagai Cerpen Terbaik Kompas 2023. Kehadirannya tidak hanya membagikan wawasan berharga seputar seluk-beluk proses kreatif dalam dunia penulisan, tetapi juga memantik keberanian para peserta, terutama penulis muda, untuk lebih leluasa dalam mengeksplorasi ide-ide segar dan menemukan keunikan gaya bercerita masing-masing.
Dalam sesi diskusi yang mengalir dan dipandu dengan apik oleh Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Pekalongan, Yoga Rifai Hamzah, Aveus membuka rahasia dapur kreatifnya. Ia mengungkapkan bahwa fondasi proses kreatif seorang penulis bertumpu pada tiga pilar utama: rasa ingin tahu yang tak pernah padam, kepekaan terhadap isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat, serta kedisiplinan yang kuat dalam membaca berbagai sumber. “Untuk menghasilkan satu cerpen saja, saya bisa menghabiskan waktu membaca hingga seratus lima puluh artikel,” ungkapnya, seraya menceritakan betapa mendalamnya riset yang ia lakukan untuk sebuah cerita yang berlatar belakang budaya Aceh. Bahkan, kedalaman risetnya tersebut berhasil meyakinkan salah seorang juri yang berasal dari Aceh bahwa Aveus pernah tinggal di sana.

Keunikan Aveus Har tidak hanya terletak pada kemampuannya merangkai kata menjadi cerita yang memukau, tetapi juga pada profesinya sehari-hari: seorang penjual mie ayam. Dari balik gerobak dagangannya yang sederhana, ia justru mampu meracik ide-ide cerita yang tak terduga, menggugah emosi, dan menyentuh relung hati para pembacanya. “Justru ide-ide itu sering kali muncul saat pikiran saya sedang rileks, misalnya ketika sedang mengaduk kuah mie atau menyusun pesanan pelanggan. Dalam kondisi seperti itu, imajinasi saya justru bisa terbang ke mana-mana tanpa batas,” ujarnya, yang disambut gelak tawa penuh kekaguman dari para peserta yang hadir.
Karya Aveus yang berjudul “Istri Sempurna,” yang berhasil meraih penghargaan prestisius Cerpen Terbaik Kompas 2023, menjadi bukti nyata kepiawaiannya dalam merangkai narasi yang kuat dan relevan. Cerita ini mengangkat kisah seorang suami yang berencana menceraikan istrinya, yang ternyata memiliki identitas yang mengejutkan: seorang gynoid, sebuah robot yang memiliki kemiripan fisik dengan manusia. Lebih dari sekadar cerita fiksi ilmiah yang menarik, cerpen ini menyajikan refleksi yang tajam dan mendalam tentang konsep cinta di era modern, implikasi teknologi terhadap hubungan antarmanusia, serta batas-batas keintiman yang semakin kabur.
Selain kepiawaiannya dalam menulis cerpen, Aveus juga dikenal melalui novelnya yang berjudul “Forgulos.” Novel ini terinspirasi dari realitas konflik sosial yang berlatar belakang isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) yang pernah terjadi di Poso. Dalam karyanya ini, Aveus menciptakan sebuah dunia fiktif yang ia beri nama Pulau Vulos, sebuah pulau yang awalnya damai dan tenteram, namun kemudian kedamaiannya terkoyak oleh masuknya sebuah ajaran baru yang dikenal dengan nama Forgulos. Kisah ini menjadi cerminan yang kuat tentang bagaimana nilai-nilai asing yang masuk ke dalam suatu masyarakat dapat mengguncang fondasi identitas dan harmoni yang telah lama terjaga.
Acara “Creative Talk” ini menjadi bukti nyata bahwa sumber inspirasi untuk menulis dapat datang dari mana saja, bahkan dari interaksi sehari-hari di balik gerobak mie ayam. Melalui kegiatan-kegiatan inspiratif seperti ini, Rumah Baca Pintar terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong tumbuh dan berkembangnya budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda dan para penulis pemula yang ada di Pekalongan dan sekitarnya. Semangat berbagi dan belajar yang tercipta dalam acara ini diharapkan dapat terus membekas dan menginspirasi lebih banyak lagi anak muda untuk berani menulis dan berkarya.
Kontributor: Yoga Rifai Hamzah
Editor : Sahrul M



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.