Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

KOPDES MP · 7 Mei 2025 22:29 WIB ·

Gempar !! Rapat Koperasi Merah Putih Kertasari di Hotel Mewah Tuai Kritik Warga


					Gempar !! Rapat Koperasi Merah Putih Kertasari di Hotel Mewah Tuai Kritik Warga Perbesar

Pebayuran, Bekasi [DESA MERDEKA]Rencana pelaksanaan rapat Koperasi Merah Putih di Hotel Grand Cikarang pada Kamis, 8 Mei 2024, memicu gelombang kritik dari berbagai elemen masyarakat. Pemilihan lokasi rapat yang dinilai mewah dan tidak efisien menjadi sorotan utama.

Seorang Ketua RW dari Kecamatan Pebayuran, yang memilih untuk tidak disebutkan identitasnya, mengungkapkan keberatannya atas pemilihan Hotel Grand Cikarang sebagai tempat rapat. Menurutnya, keputusan ini tidak sejalan dengan semangat kebersamaan dan efisiensi yang seharusnya dijunjung tinggi oleh sebuah koperasi.

Sorotan juga tertuju pada Lurah Kertasari, Kecamatan Pebayuran, Putre Adi Wibowo, yang disebut-sebut memiliki peran dalam penggunaan anggaran untuk acara ini. Seorang narasumber berinisial MD menilai bahwa rapat yang rencananya digelar di hotel berbintang tersebut terkesan eksklusif dan kurang transparan. “Acara ini lebih mirip rapat internal tertutup, bukan kegiatan yang memberikan manfaat langsung dan dapat diakses oleh seluruh anggota koperasi dan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, MD menyatakan bahwa alokasi dana dari laporan pertanggungjawaban (LPJ) koperasi seharusnya diprioritaskan untuk program bantuan sosial atau kegiatan produktif lain yang secara nyata dirasakan manfaatnya oleh warga. Penggunaan dana untuk rapat di hotel mewah dinilai sebagai pemborosan dan tidak berpihak pada kepentingan anggota koperasi secara keseluruhan.

Ketua Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (Akpersi) Kabupaten Bekasi, Ahmad Syarifudin, turut menyuarakan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut. Ia berpendapat bahwa kegiatan koperasi seharusnya lebih dekat dengan masyarakat dan tidak menciptakan jarak dengan memilih tempat yang terkesan elite. “Seharusnya kegiatan koperasi itu membumi, menyatu dengan anggota dan masyarakat, bukan malah memilih tempat yang mewah dan terkesan eksklusif,” tegasnya.

Polemik terkait rencana rapat Koperasi Merah Putih ini kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan para pengurus wilayah. Mereka berharap agar ke depannya, pengelolaan anggaran publik, termasuk dana koperasi, dapat dilakukan secara lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan seluruh anggota serta masyarakat luas. Transparansi dalam setiap penggunaan anggaran diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga koperasi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dana Desa Malaka Tersandera Proyek Koperasi Merah Putih

27 Maret 2026 - 13:19 WIB

Antitesis Ritel Modern: Kopdes Pastikan Keuntungan Balik ke Warga

24 Maret 2026 - 08:02 WIB

Gerai Merah Putih: Strategi Belu Perkuat Ekonomi di Beranda RDTL

11 Maret 2026 - 12:07 WIB

Koperasi Desa Jadi ‘Pangkalan’ Elpiji: Syarat KTP Kini Wajib!

13 Februari 2026 - 09:51 WIB

Koperasi Merah Putih Margorejo: Dari Dana Desa Untuk Rakyat

12 Februari 2026 - 00:09 WIB

Gampong Lampuja Jadi Pionir Koperasi Syariah di Aceh Besar

9 Februari 2026 - 16:09 WIB

Trending di KOPDES MP