Blora [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menunjukkan respons sigap terhadap keluhan warga terkait kondisi jalan penghubung antar desa di Kecamatan Jiken yang rusak parah. Aksi protes warga yang menanami pohon pisang di tengah jalan penghubung Desa Cabak-Nglebur-Bleboh pada Kamis (3/4) langsung direspon dengan pengiriman material urukan berupa tanah padas atau grosok.
Bupati Blora, Arief Rohman, menyatakan bahwa pihaknya telah menurunkan 20 truk bermuatan tanah grosok untuk segera menguruk ruas jalan yang dikeluhkan masyarakat tersebut. Meskipun diakuinya, status kepemilikan jalan tersebut merupakan jalur Perhutani.
“Jalan yang dikeluhkan warga statusnya merupakan jalan Perhutani, namun Pemkab Blora telah menurunkan 20 truk grosok untuk menguruk jalan rusak tersebut sebagai langkah awal,” ujar Bupati Arief Rohman di Blora, Sabtu (6/4/2025).
Lebih lanjut, Bupati Arief menjelaskan bahwa jalur penghubung yang menjadi perhatian ini berada di kawasan hutan Perhutani. Pihaknya juga telah menginstruksikan dinas terkait untuk mempercepat penyelesaian perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Perum Perhutani. Hal ini mengingat intensitas lalu lintas truk di kawasan hutan tersebut cukup tinggi dan berdampak pada kondisi jalan.
“Terakhir kami cek, statusnya memang jalan Perhutani. Semoga proses kerja sama dengan Pemkab Blora dapat segera diselesaikan agar pembangunan jalan secara permanen dapat segera dilaksanakan,” harapnya.
Bupati Arief menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur, terutama jalan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Blora.
“Tentu kami memiliki komitmen untuk membangun dan menyelesaikan permasalahan infrastruktur ini demi kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Said, seorang warga Kecamatan Jiken, menyampaikan apresiasinya atas respons cepat Pemerintah Kabupaten Blora dalam menurunkan material urukan di ruas Jalan Cabak – Nglebur – Bleboh. Namun, ia juga berharap adanya kejelasan rencana pembangunan jalan dengan kualitas yang lebih baik dan berkelanjutan.
“Kami berterima kasih atas respons cepat ini. Namun, kami juga meminta kejelasan rencana pembangunan yang berkualitas agar tidak kembali rusak seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Said. Ia juga berharap agar volume tanah uruk dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Senada dengan Said, Ngatmin, perwakilan dari tiga desa yang terdampak, turut menyampaikan terima kasih atas respons tanggap pemerintah daerah. Ia berharap agar pembangunan ruas jalan Cabak – Nglebur hingga Bleboh dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat bagi aktivitas dan perekonomian warga.
“Semoga pembangunan akses jalan penghubung antar Desa Cabak-Nglebur-Bleboh di Kecamatan Jiken Blora ini dapat segera terwujud,” pungkas Ngatmin.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.