Lombok Timur [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengambil langkah konkret dalam menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat. Mereka mengalokasikan 20 persen Dana Desa (DD) tahun 2025. Tujuannya adalah memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa. Nantinya, alokasi dana ini akan disalurkan sebagai penyertaan modal untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lotim, Salmun Rahman, menjelaskan lebih lanjut mengenai kebijakan ini. Menurutnya, langkah ini bertujuan ganda. Pertama, meningkatkan kemandirian pangan di setiap desa. Kedua, mendukung program pangan bergizi gratis yang dicanangkan pemerintah. “Pada tahun 2025, alokasi sebesar 20 persen DD menjadi modal BUMDes. Ketentuan ini wajib dilaksanakan oleh seluruh desa,” tegas Salmun pada Rabu (26/3/2025).
Selain itu, Salmun menambahkan solusi bagi desa yang belum memiliki BUMDes. Ia menyatakan bahwa dana tersebut dapat disalurkan ke lembaga ekonomi desa lainnya yang sudah ada. Akan tetapi, jika suatu desa tidak memiliki lembaga ekonomi aktif, pemerintah desa akan membentuk Tim Pengelola Khusus (TPK). Pembentukan TPK ini akan dilakukan melalui musyawarah desa. TPK inilah yang akan mengelola dana ketahanan pangan tersebut.
Lebih jauh, Salmun menerangkan bahwa skema ini juga dapat menjadi peluang emas. Peluang untuk memulai pembentukan atau memperkuat BUMDes di desa-desa yang belum memiliki lembaga usaha desa yang aktif. “Dengan demikian, Dana Desa dapat dimanfaatkan secara maksimal. Pemanfaatan ini bertujuan untuk mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat desa,” jelas Salmun dengan optimis.
Terakhir, Salmun Rahman menekankan betapa pentingnya penguatan peran BUMDes. Menurutnya, BUMDes memiliki peran sentral dalam mendukung terciptanya ketahanan pangan. Di samping itu, BUMDes juga berkontribusi signifikan dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat desa secara keseluruhan.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.