Bener Meriah, Aceh [DESA MERDEKA] – Seluruh aparatur Desa Pasar Simpang Tiga, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, dilaporkan mengundurkan diri secara massal dari jabatannya. Tindakan mengejutkan ini melibatkan Reje Kampung (Kepala Desa), Petue atau Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), dan seluruh perangkat desa lainnya.
Plt Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Bener Meriah, Khairmansyah, membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, surat pengunduran diri kolektif itu telah dikirimkan kepada Penjabat (Pj) Bupati Bener Meriah, Haili Yoga, pada Selasa, 9 Mei 2023.
“Benar mereka mengundurkan diri. Saya melihat di surat, semuanya mengundurkan diri,” kata Khairmansyah, Rabu, 10 Mei 2023.
Pengunduran diri massal ini menyebabkan kegiatan pelayanan di kantor Desa Pasar Simpang Tiga terhenti total. Hingga berita ini diturunkan, kantor desa tampak sepi dengan pintu terkunci, menandakan lumpuhnya roda pemerintahan kampung.
Alasan Pengunduran Diri Masih Misterius
Hingga saat ini, alasan pasti di balik keputusan resign kolektif seluruh perangkat desa tersebut masih belum diketahui. Khairmansyah mengaku belum mendapatkan informasi detail mengenai penyebab mendasar yang mendorong Kepala Desa beserta perangkatnya mengambil langkah ekstrem ini.
Menyikapi kekosongan jabatan dan terhentinya pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah segera mengambil tindakan. Khairmansyah menjelaskan bahwa saat ini mediasi tengah dilakukan.
“Saat ini sedang dilakukan mediasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Bener Meriah dan Camat Bukit,” ungkapnya, dikutip dari AJNN.
Proses mediasi ini diharapkan dapat menemukan titik terang mengenai permasalahan yang dihadapi oleh aparatur desa, sekaligus mencari solusi agar roda pemerintahan Desa Pasar Simpang Tiga dapat segera berjalan kembali normal. Kejadian ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan perlu segera ditangani mengingat pentingnya stabilitas pelayanan di tingkat desa. Penyelidikan lebih lanjut oleh pihak terkait dibutuhkan untuk mengidentifikasi pemicu utama dari pengunduran diri massal yang jarang terjadi di lingkungan pemerintahan desa ini. Perkembangan mediasi dan hasil investigasi penyebab akan menjadi kunci untuk memahami krisis pemerintahan di tingkat kampung tersebut.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.