Bangka, Kepulauan Bangka Belitung [DESA MERDEKA] – Di tengah gempuran tren gaya hidup modern, sekelompok pemuda di Kabupaten Bangka justru memilih menoleh ke belakang, memberikan perhatian khusus bagi para “akar rumput” yakni kaum lansia. Kolaborasi apik antara Sahabat Pendonor Darah (SPD) Bangka, Karang Taruna, dan Ikatan Remaja Masjid (Irmas) Penyamun membuktikan bahwa Ramadan adalah momentum terbaik untuk menghidupkan kembali empati lintas generasi.
Pada Sabtu (15/3/2025), aksi sosial ini menyisir pelosok Desa Penyamun, tepatnya di Dusun Muntabak, Dusun Tutut, dan Dusun Keceper. Sebanyak 350 paket takjil didistribusikan langsung secara door-to-door. Fokus sasarannya bukan sembarang orang, melainkan para orang tua lanjut usia (lansia) yang sering kali terlupakan dalam hiruk-pikuk keramaian kota.
Lebih dari Sekadar Paket Berbuka
Momo, perwakilan SPD Bangka, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas pembagian makanan gratis. “Ini adalah upaya memperkuat ketahanan sosial. Kami ingin memastikan para lansia di Desa Penyamun merasa didukung dan dihargai oleh generasi muda di tengah menjalankan ibadah puasa 1446 Hijriah,” jelasnya.
Kegiatan ini secara cerdik menggabungkan energi Karang Taruna yang lincah dengan nilai-nilai religiusitas dari Irmas. Pendekatan langsung ke rumah-rumah warga (lansia) menciptakan interaksi hangat yang kini mulai jarang ditemui. Tak sekadar menyerahkan paket, para relawan muda ini juga menyempatkan diri menyapa dan mendengarkan keluh kesah para sesepuh dusun.
Inspirasi dari Dusun Muntabak
Mantri, salah satu lansia di Dusun Muntabak, tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menerima bantuan tersebut. Baginya, kehadiran anak-anak muda ini membawa secercah harapan. “Terima kasih banyak. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT. Sangat membantu kami yang sudah tua ini untuk berbuka,” tuturnya lirih.
Aksi ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni satu hari. Keberhasilan kolaborasi SPD, Karang Taruna, dan Irmas di Desa Penyamun menjadi tamparan positif bagi organisasi lain. Di era digital ini, kepedulian sosial yang nyata di lapangan tetap menjadi instrumen paling ampuh untuk menjaga harmoni masyarakat desa. Ramadan di Kabupaten Bangka tahun ini pun terasa lebih bermakna dengan hadirnya tangan-tangan muda yang peduli pada mereka yang telah senja.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.