Kotabaru, Kalimantan Selatan [DESA MERDEKA] – Wajah pembangunan desa kini tidak lagi melulu soal adukan semen dan pengerasan jalan. Melalui Satuan Tugas (Satgas) Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-123, TNI membuktikan bahwa pertahanan negara dimulai dari meja makan anak-anak di pelosok. Di Desa Talusi, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, personel militer turun tangan langsung memberikan makanan tambahan bagi 25 anak yang terindikasi stunting.
Langkah ini menjadi sudut pandang baru dalam program TMMD. Jika biasanya tentara identik dengan pembangunan fisik, kali ini mereka fokus pada “pembangunan manusia” sejak usia dini. Pemberian paket gizi berupa susu, roti, dan buah-buahan dipandang sebagai strategi defensif untuk menyelamatkan generasi masa depan dari ancaman gagal tumbuh.
Komandan Satgas TMMD Ke-123, Letkol Inf Bayu Oktavianto, menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah wujud kepedulian nyata. “Kami ingin memastikan generasi penerus bangsa, khususnya di Desa Talusi, memiliki fondasi kesehatan yang kuat. Ketahanan nasional tidak akan kokoh jika gizi anak-anak kita rapuh,” ujarnya saat memimpin aksi tersebut bersama Kepala Desa Talusi, Noor Ahmadi.
Investasi SDM di Balik Seragam Militer
Kepala Desa Talusi, Noor Ahmadi, mengakui bahwa intervensi dari Satgas TMMD ini memberikan napas baru bagi upaya kesehatan di desanya. Menurutnya, sinergi antara TNI dan pemerintah desa mempercepat edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya asupan nutrisi seimbang.
Respon hangat juga datang dari para orang tua. Mereka merasa bantuan ini bukan sekadar tambahan pangan, melainkan bentuk dukungan moral bahwa mereka tidak sendirian dalam membesarkan anak di tengah keterbatasan. “Kami sangat terbantu. Harapannya, tumbuh kembang anak-anak kami bisa kembali optimal,” ungkap salah satu warga.
Program TMMD Ke-123 di Desa Talusi secara cerdas mengombinasikan pembangunan infrastruktur dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Logikanya sederhana: jalan yang bagus akan memudahkan akses ekonomi, namun manusia yang sehatlah yang akan menggerakkan ekonomi tersebut.
Aksi nyata ini diharapkan memicu kesadaran kolektif masyarakat tentang urgensi gizi seimbang. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga desa menjadi modal utama untuk melahirkan generasi berkualitas yang siap membawa Kabupaten Kotabaru bersaing di masa depan.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.